Durov tidak menyiratkan apa pun terkait kemungkinan pendirian kantor perwakilan di Indonesia. Namun, pria berkebangsaan Rusia itu menyebut pihaknya punya menempatkan perwakilan di sini untuk mempermudah komunikasi dengan pemerintah.
"Soal kantor di Jakarta, kami belum putuskan, namun yang pasti kami ada perwakilan di Indonesia," kata Durov di depan awak media.
Lihat juga:Pekan Depan, Kominfo Buka Blokir Telegram |
Permintaan membuka kantor perwakilan merupakan salah satu persyaratan yang disebutkan oleh Kemenkominfo beberapa waktu lalu, tak lama ketika mereka memblokir layanan situs web mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seperti diketahui, Telegram bukanlah perusahaan yang mudah membuka kantor di negara yang mereka layani. Hal ini dipertegas melalui hasil yang disepakati Kemenkominfo dengan Telegram yakni dengan membuka jalur komunikasi yang menghubungkan langsung tim kementerian dengan tim moderator Telegram.
"Kita mengamankan jalur komunikasi khusus yang nantinya Telegram akan mengirimkan pesan langsung ke kementerian untuk melaporkan konten yang berpotensi berisi terorisme," jelas Durov.
Keinginan pemerintah agar Telegram membuka kantor perwakilan juga makin tipis menilik pernyataan Dirjen Aptika Semuel Pangerapan.
"Mereka kan beda, mereka ini bukan perusahaan yang mencari profit, tidak seperti Facebook atau Twitter," ucap Semuel di kesempatan yang sama.