WAWANCARA EKSKLUSIF

Mengenal Bocah 10 Tahun Pencipta Aplikasi Belajar Matematika

CNN Indonesia
Senin, 16 Okt 2017 12:10 WIB
Mengenal Bocah 10 Tahun Pencipta Aplikasi Belajar Matematika
Ilustrasi pelajaran matematika. (Foto: morgueFile/cohdra)
Sebelum membuat aplikasi, Hafizh sudah lebih dulu dikenalkan dengan matematika dan bahasa pemrograman oleh sang ayah sejak dini. Messi tak mengenyam pendidikan bahasa pemrograman secara formal, tangan dingin Abdul sebagai seorang coder turut membantu anaknya memahami matematika dan bahasa pemrograman.

Abdul tak mengelak jika Hafizh masih membutuhkan bantuannya sebagai mentor. Ia juga turut andil di luar substansi aplikasi termasuk membuat desain aplikasi mulai dari gambar, font, hingga memasang musik latar pada aplikasi.

Sang ayah juga yang menjadi sosok pertama mengenalkan matematika dan programming dasar pada Hafizh. Abdul mengaku sengaja memilih matematika sebagai ilmu pertama yang diajarkan pada anak-anaknya sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mengaku tak pernah memaksakan anaknya menyukai matematika atau coding, Abdul beranggapan matematika merupakan pengetahuan yang sangat penting  diajarkan kepada anak-anak sejak dini dibanding lainnya.

Berkat sang ayah pula, Hafizh yang duduk di kelas 4 SD sudah menguasai materi untuk anak yang duduk di kelas 3 SMP.
Mengadopsi kurikulum China

Ketika Hafizh mulai tertarik ke bahasa pemrograman dasar, Abdul pun berusaha ikut mempelajarinya. Bukan karena ingin jadi programmer juga, namun karena ia berkewajiban mementori langsung sang anak. 

Beragam materi coding dan bahasa pemrograman ia cari di internet. Suatu waktu Abdul memperoleh salinan silabus bahasa pemrograman untuk anak-anak di China.

Setelah mempelajarinya, Abdul memutuskan memakai kurikulum asal China itu dengan sejumlah penyesuaian. "Ketika saya lihat kurikulum ini bagus sekali, lebih bagus ketimbang yang di Amerika. Sebab tujuan akhir untuk sang anak yang belajar coding di sini terarah sekali," tuturnya.

Kendati begitu, Hafizh yang mengaku percaya diri utak-atik piranti keras dan software komputer tak lagi sepadan dengan kemampuan coding Hafizh. Dengan perannya sebagai pemberi materi belajar, Abdul mencari guru lain yang bisa mengajari Hafizh lebih baik.
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbeda dengan bocah kebanyakan yang masih subuk bermain, Muhammad Hafizh Bayhaqi justru memiliki ketertarikan mendalam di bidang bahasa pemrograman. Alih-alih bermain, bocah 10 tahun ini memilih untuk  mendalami bahasa pemrograman.

Dari ketertarikan itulah, Hafizh dibantu sang ayah, Abdul Hakim (40) berhasil membuat aplikasi mobile "Good Math". Seluruh konten dalam aplikasi ini dibuat sendiri oleh Hafizh. Sementara Abdul bertanggung jawab mengurus desain aplikasi dan audionya.

Good Math adalah aplikasi belajar matematika yang dibuat selayaknya permainan yang dibagi empat operasi hitungan yakni pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pengguna diharuskan menjawab pertanyaan yang dilempar secara acak dengan level kesulitan berbeda. Jawaban harus dijawab dengan cepat sebab ada batas waktu yang diberikan.
Aplikasi ini sengaja dibuat sangat sederhana. Abdul menjelaskan bahwa sejak awal Good Math dibuat untuk anak-anak sebaya Hafizh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buat anak-anak biar bisa berhitung dasar" kata Hafizh saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di kediamannya di kawasan Bojong Gede, Bogor.

Dengan malu-malu, ia mengaku hanya membutuhkan waktu sebulan sejak Agustus hingga pertengahan September lalu untuk membuat aplikasi tersebut. Untuk meramu aplikasi ini, ia memakai game engine Unity yang dipelajari secara otodidak.
Selain Good Math, bocah yang mengenyam pendidikan rumahan (homescholling) ini menuturkan sebelumnya sudah membuat dua aplikasi sederhana. Quiz Matematika dan Puzzle Kartini merupakan dua aplikasi yang juga mendapatkan apresiasi positif.

Sesuai namanya, Quiz Matematika merupakan aplikasi serupa Good Math namun lebih sederhana. Aplikasi ini sudah diunduh hingga seribu kali sejak diluncurkan awal 2017. Sementara Puzzle Kartini merupakan aplikasi game puzzle berwajah Kartini yang sengaja dibuat untuk memperingati hari lahirnya pada 21 April.

Menyukai matematika dan coding

Ilustrasi pelajaran matematika. (Foto: morgueFile/cohdra)

Sebelum membuat aplikasi, Hafizh sudah lebih dulu dikenalkan dengan matematika dan bahasa pemrograman oleh sang ayah sejak dini. Messi tak mengenyam pendidikan bahasa pemrograman secara formal, tangan dingin Abdul sebagai seorang coder turut membantu anaknya memahami matematika dan bahasa pemrograman.

Abdul tak mengelak jika Hafizh masih membutuhkan bantuannya sebagai mentor. Ia juga turut andil di luar substansi aplikasi termasuk membuat desain aplikasi mulai dari gambar, font, hingga memasang musik latar pada aplikasi.

Sang ayah juga yang menjadi sosok pertama mengenalkan matematika dan programming dasar pada Hafizh. Abdul mengaku sengaja memilih matematika sebagai ilmu pertama yang diajarkan pada anak-anaknya sejak dini.

Meski mengaku tak pernah memaksakan anaknya menyukai matematika atau coding, Abdul beranggapan matematika merupakan pengetahuan yang sangat penting  diajarkan kepada anak-anak sejak dini dibanding lainnya.

Berkat sang ayah pula, Hafizh yang duduk di kelas 4 SD sudah menguasai materi untuk anak yang duduk di kelas 3 SMP.
Mengadopsi kurikulum China

Ketika Hafizh mulai tertarik ke bahasa pemrograman dasar, Abdul pun berusaha ikut mempelajarinya. Bukan karena ingin jadi programmer juga, namun karena ia berkewajiban mementori langsung sang anak. 

Beragam materi coding dan bahasa pemrograman ia cari di internet. Suatu waktu Abdul memperoleh salinan silabus bahasa pemrograman untuk anak-anak di China.

Setelah mempelajarinya, Abdul memutuskan memakai kurikulum asal China itu dengan sejumlah penyesuaian. "Ketika saya lihat kurikulum ini bagus sekali, lebih bagus ketimbang yang di Amerika. Sebab tujuan akhir untuk sang anak yang belajar coding di sini terarah sekali," tuturnya.

Kendati begitu, Hafizh yang mengaku percaya diri utak-atik piranti keras dan software komputer tak lagi sepadan dengan kemampuan coding Hafizh. Dengan perannya sebagai pemberi materi belajar, Abdul mencari guru lain yang bisa mengajari Hafizh lebih baik.
Berguru ke Programmer Kenamaan BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3