Tak terkecuali di Indonesia, sejumlah layanan kencan online lokal pun mencoba peruntungan, Setipe adalah salah satunya. Namun, pengguna mesti waspada, sebab aplikasi ini ternyata lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya.
"Kencan online merupakan cara yang bagus untuk bertemu dengan orang-orang baru di dunia online kita yang selalu sibuk dan terkoneksi, dan hal yang biasa untuk dipahami alasan satu dari tiga orang melakukannya," kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan temuan Kaspersky, persentase untuk menemukan pasangan di aplikasi ini adalah satu berbanding sepuluh. Sebab, hanya 11 persen dari pengguna aplikasi kencan online ini yang benar-benar ingin menemukan pasangan yang akan dinikahi.
Hal ini tak mengherankan karena dari survey yang dilakukan Kaspersky lebih dari separuh (57 persen) orang mengaku berbohong saat melakukan kencan online. Mereka sengaja memalsukan informasi agar terlihat lebih baik daripada yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Kebohongan juga dilakukan untuk mencoba menangkap basah pasangan mereka yang berselingkuh.
Tertipu oleh informasi palsu adalah hal yang paling menjengkelkan bagi orang-orang yang menggunakan layanan kencan online. Hal ini diungkap oleh 42 persen responden.
Mereka berhenti menggunakan layanan kencan online gara-gara foto palsu (19 persen). Lainnya, berhenti karena lawan bicara berbohong soal hubungan (12 persen). Sementara 11 persen lainnya berhenti karena status hubungan yang tidak jelas.
Lucunya, pengguna yang gemar memasukkan data palsu lebih kesal saat mendapati lawan bicaranya juga ternyata memberikan informasi palsu ketimbang pengguna yang jujur.
Lihat juga:Cerita Cinta si Pacar Bayaran |
Mereka yang suka memalsukan identitas ternyata lebih sering mendapat ancaman keamanan ini. Sebanyak 16 persen mereka yang berbagi informasi palsu menyatakan bahwa perangkat mereka pernah terinfeksi dengan malware, spyware, atau ransomware melalui platform kencan online.
Sementara hanya 5 persen pengguna yang tidak berbagi informasi palsu yang pernah terinfeksi malware.
"Sayangnya ada juga orang yang ingin menggunakan platform kencan online untuk tujuan jahat. Bukan maksud kami menasihati pengguna untuk menghindari kencan online sama sekali, kami hanya mendorong mereka untuk mempertimbangkan keamanan diri mereka di setiap langkah," tulis Kaspersky.