Selain Tesla, VW Ikutan Buka Pabrik Mobil Listrik di China

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 08:32 WIB
Selain Tesla, VW Ikutan Buka Pabrik Mobil Listrik di China Ilustrasi: Volkswagen dikabarkan akan membuka pabrik untuk memproduksi mobil listrik di China. (dok. REUTERS/Tiksa Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi memuluskan bisnisnya di China, Volkswagen Group menyatakan diri akan mengembangkan dan memproduksi kendaraan listrik dan hybrid miliknya. Pembesut mobil ikonik kabarnya akan mulai merealisasikan rencana tesebut pada tahun 2025.

Tak tanggung-tanggung, untuk renbaan besarnya itu, Volkswagen Group dikabarkan merogoh kocek US$11,8 miliar atau sekira Rp153,4 triliun.

Selain memproduksi Volkswagen AG, fasilitas produksi terbaru itu kabarnya juga akan memproduksi Audi AG. Perusahaan asal Jerman itu dikabarkan bersiap meluncurkan 15 model kendaraan ramah lingkungan NEV (new energy vehicle) selama periode dua hingga tiga tahun ke depan.


Mobil NEV sendiri mengacu pada penggunaan baterai listrik dan plug-in tempat isi ulang untuk kendaraan hibrida. Lochem Weizmann, President Volkswagen Group China memberikan bocoran target persahaan untuk menjual 400 ribu kendaraan ramah lingkungan di China pada 2020 dan 1,5 juta per tahun pada 2025.

Volkswagen melalui mitra produsen lokal Genral Motor mengaku optimis dapat mencapai target tersebut pada 2019. “Kami membutuhkan volume produksi kendaraan NEV dalam volume tinggi. Saat ini kami sedan berupaya keras mencapai target itu,” ungkapnya seperti dilaporkan Reuters.

Sejauh ini, Volkswagen sejatinya telah memiliki 10 varian mobil NEV yang telah dipasarkan di Negeri Tirai Bambu yang didatangkan secara impor.

Lochem mengklaim kendaraan besutannya bisa mencatatkan jarak tempuh 400-600km dalam satu muatan penuh. Sebagai perbandingan, mobil listrik Tesla dapat menempuh jarak 490km hingga 632km tergantung pada kapasitas baterai. (evn/evn)