Penelitian terbaru oleh tim peneliti dari Universitas Leeds terhadap gunung berapi di Islandia menunjukkan gletser yang meleleh mempercepat proses letusan gunung berapi. Hal itu disebabkan es yang meleleh mengubah jumlah tekanan di permukaan.
Padahal sebelumnya, hanya sedikit aktivitas yang terdapat pada gunung berapi ketika kondisi lapisan gletser masih lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim peneliti mencatat saat ini sistem vulkanik Islandia tengah mengalami pemulihan masa Little Ice Age (periode saat suhu bumi lebih dingin) yang diperkirakan terjadi antara sekitar tahun 1500 hingga 1850. Berakhirnya masa Little Ice Age, bisa terlihat droses pemanasan alami bumi serta pemanasan global yang disebabkan oleh manusia menjadi penyebab gletser di Islandia kembali meleleh.
Dr Swindles juga menyatakan pentingnya memperkirakan langkah yang diambil saat ini yang berdampak bagi lingkungan untuk generasi selanjutnya.
“Efek jangka panjang yang dilakukan manusia terhadap lingkungan membuat konferensi bertema serupa seperti COP (Conference of the Parties) menjadi penting. Penting untuk memahami bahwa tindakan kita hari ini yang efeknya belum kita sepenuhnya sadari sesungguhnya dapat memberi dampak bagi generasi selanjutnya, seperti awan abu yang lebih banyak beredar di Eropa, partikel yang lebih banyak pada partikel serta masalah mengenai penerbangan.”
Salah satu tim peneliti, Dr Ivan Savov, dari School of Earth & Environment di Leeds University menjelaskan hubungan antara melelehnya es yang menurutnya tidak mengubah tekanan pada permukaan bumi.
“Fenomena itu dapat menyebabkan jumlah bagian yang meleleh bertambah, yang otomatis mempengaruhi arus magma dan jumlah magma yang dapat ditahan kerak bumi. Perubahan kecil pada tekanan di permukaan dapat memberi dampak yang signifikan pada erupsi di gunung berapi,” jelas Dr Ivan seperti dilaporkan Phsy. (evn/sat)