Perusahaan tersebut saat ini tengah meneliti jelai yang menjadi bibit bir di stasiun luar angkasa. Bibit ini digunakan untuk membuat bir Budweiser yang digadang-gadang akan menjadi bir pertama yang bisa ditenggak di luar angkasa. Sejak awal tahun, perusahaan ini berambisi untuk mengirim sampel minumannya ke ruang mikro gravitasi.
"Budweiser selalu mendorong batasan inovasi dan kami terinspirasi oleh American Dream untuk sampai ke Mars. Kami sangat antusias untuk memulai penelitian kami untuk menyeduh bir di Planet Merah," kata Ricardo Marques, Wakil Presiden, Budweiser, seperti dikutip dari News Nation, Senin (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit tersebut akan menumpang CRS-13 milik SpaceX bersamaan dengan stok kargo para awak ISS. Kargo akan diluncurkan di Canaveral Air Force Station, Florida.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bibit bereaksi dengan lingkungan mikrogravitasi dan bagaimana paparan yang terjadi pada bibit dan proses pengecambahannya.
Sebelumnya, perusahaan asal Jerman bernama 'Bake In Space' juga mencoba memformulasikan roti yang aman untuk dipanggang di ISS. Perusahaan tersebut mengembangkan adonan dan oven yang bisa dibawa ke ISS. (eks/eks)