Israel Larang Uber Beroperasi

Eka Santhika , CNN Indonesia | Selasa, 28/11/2017 07:40 WIB
Israel Larang Uber Beroperasi Uber dilarang di Israel (dok. REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uber dilarang untuk melakukan operasi bisnisnya di Israel. Larangan ini akan mulai berlaku pada Rabu (29/11) pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Hakim pengadilan Tel Aviv menetapkan pelarangan bagi layanan Uber Day dan Uber Night itu dijatuhkan pada Senin (27/11), seperti dilaporkan Haaretz, media lokal Israel. Layanan tersebut menggunakan mobil milik perorangan untuk beroperasi di Israel. Namun, pengadilan tetap mengizinkan operasional Taksi Uber. 

Dalam pengadilan tersebut, Uber dituntut oleh Kementerian Perhubungan Israel, seperti disebutkan JPost, media Israel lainnya. Kementerian menuntut Uber telah melanggar hukum karena membiarkan pengemudi membawa penumpang tanpa mengatongi surat izin sebagai perusahaan taksi. 

Hasil putusan pengadilan menyebut kurangnya jaminan keamanan sebagai alasan utama pelarangan operasi bsinis perusahaan asal Amerika tersebut di Israel.

Sebelumnya perusahaan pimpinan Dara Khosrowshahi ini telah dilarang pemerintah Israel untuk memperluas bisnisnya karena melanggar undang-undang yang menyatakan pengemudi tidak dapat meminta biaya transportasi jika tidak memiliki lisensi yang sah.

Pemerintah Israel bahkan mengkategorikan siapapun warga negara Israel yang menjadi penumpang maupun pengemudi Uber sebagai pelanggar hukum.

Sebagai balasan, dalam argumennya perusahaan yang berdiri sejak tahun 2009 tersebut mengaku telah mengikuti sistem peraturan transportasi yang berlaku di negara pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersebut.

Pengacara juga menyebutkan bahwa minimnya sarana transportasi publik di Israel dan padatnya lalu lintas menjadi alasan perlu dilegalkannya perusahaan seperti Uber.

Kementerian Perhubungan Israel mempertimbangkan putusan penahanan sementara serta proses pidana penuh. Nantinya, proses tersebut akan berlaku baik bagi perusahaan maupun penumpang.

Pimpinan Uber untuk wilayah Israel, Yoni Greifman, mengklaim ada puluhan ribu orang yang bergantung pada aplikasi tersebut. Uber melalui advokatnya juga menyatakan kurangnya layanan transportasi umum di Israel, terutama pada hari Sabat, menyebabkan aplikasi transportasi online menjadi esensial.

Sebelumnya, Uber telah dilarang beroperasi di beberapa wilayah, di London misalnya. Para eksekutif Uber pun bulan ini sudah berlalu-lalang keliling dunia untuk memastikan bisnis mereka telah sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku di tiap negara, seperti disebutkan Business Insider. (sat/eks)