Alasan BMKG Beri Nama Bunga dan Buah untuk Siklon Indonesia

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 18:24 WIB
Alasan BMKG Beri Nama Bunga dan Buah untuk Siklon Indonesia Nama-nama siklon di Indonesia menggunakan nama bunga yang diurut sesuai abjad (dok. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada keheranan dari sejumlah orang terhadap penamaan siklon tropis Cempaka dan Dahlia yang sedang menimpa wilayah Indonesia. Pertanyaannya sederhana, mengapa nama bunga dipilih menjadi nama badai yang terkenal ganas?

Ramlan, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), menjelaskan bahwa ada makna khusus dalam memilih nama tersebut.

"Karena kita pikir bunga itu indah, dengan tumbuhnya itu, kita harapkan bukan kenestapaan tapi keindahan yang kita dapat," kata Ramlan ketika ditemui di kantor pusat BMKG di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (30/11).
"Kalau ada yang tumbuh lagi nanti kita namai Flamboyan," imbuh Ramlan.

Cempaka bukan siklon pertama yang mendapat nama bunga. Anggrek adalah nama bunga pertama untuk siklon yang muncul pada 2010 silam.

World Meteorogical Organization (WMO) yang menginduki BMKG sedunia menjelaskan dalam lamannya bahwa praktik penamaan ini ditujukan membantu publik mengidentifikasi dengan cepat kehadiran badai. Selain itu, penamaan demikian dinilai akan membantu media dalam menuliskan keberadaan siklon tropis.

BMKG baru memiliki kewenangan menamai siklon tropis di Indonesia sejak 2008 ketika Tropical Cyclone Warning Center berdiri di Jakarta. Ramlan mengatakan nama siklon pertama yang lahir dari BMKG adalah Durga. Nama itu diambil dari tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa.
Siklon Durga muncul pada 2009. Kemunculan Durga yang begitu mendadak saat itu, memaksa BMKG memilih nama tersebut. Baru ketika 2010, BMKG memilih nama Anggrek sebagai nama siklon tropis, lalu Bakung (2014), Cempaka (2014), dan Dahlia (2017) secara berurutan.

Selain nama bunga, Ramlan mengatakan BMKG sudah menyiapkan nama buah sebagai alternatif penamaan siklon tropis. Nama buah akan dipakai ketika nama bunga sudah habis dipakai atau dirasa tak cocok. Aggur, Belimbing, Duku, adalah contoh alternatif nama siklon tropis yang mungkin kelak dipakai oleh BMKG.
Sebagai perbandingan, otoritas Amerika Serikat juga punya ciri khas dalam menamai badai yang terjadi di wilayahnya. Bedanya, mereka memakai nama penduduknya secara acak. Misalnya adalah nama Harvey dan Irma, dua badai besar yang belum lama menghajar AS. Kedua nama tersebut diambil dari pasangan suami-istri Harvey Schluter dan Irma Schluter.

Berdasarkan aturan WMO (World Meteorological Organization), nama badai yang punya dampak kerusakan sangat parah akan dipensiunkan. Hal ini terjadi di kasus badai Katrina (AS), dan badai Haiyan (Filipina). (eks/eks)