Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sistem peringatan dini untuk bencana. Sistem ini digunakan untuk mengantisipasi jumlah korban dan kerugian yang lebih besar.
BNPB menyebutkan bahwa peringatan dini yang mereka kelola diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cempaka Reda, Siklon Tropis Dahlia Lahir |
Menurut Sutopo, BNPB pusat akan menghimbau BPBD untuk melakukan persiapan seperti logistik dan personel dan menyiapkan kesigapan aparat jika terjadi bencana berpotensi terjadi.
Peringatan dini tersebut antara lain ada INA MEWS (Meteorology Early Warning System) yang diluncurkan pada 2011, INA TEWS (Indonesia Tsunami Early Waning System), dan INA CEWS (Climatology Early Warning System) yang diresmkan pada 2013.
INA TEWS dan INA MEWS menurut Tirto secara otomatis terintegrasi dengan lembaga-lembaga terkait, termasuk lembaga penanggulangan bencana. Masyarakat juga diberikan akses informasi seketika (real time) di situs BMKG.go.id.
“Memang kami yang memberikan peringatan dini kepada lembaga-lembaga terkait termasuk BNPB atau komunitasnya. Kami juga memberikan informasi pada masyarakat, namun medianya memang berbeda, kalau pada masyarakat bisa melalui sosial media. Kalau ke lembaga ada medianya sendiri,” terang Tirto.
Khusus untuk informasi siklon, BMKG telah menyiapkan laman tersendiri yang bisa diakses di https://meteo.bmkg.go.id/siklon. Siklon tropis Cempaka telah mengakibatkan hujan lebat ekstrem (lebih dari 150 mm/hari) di wilayah D.I. Yogyakarta dan Pacitan. (eks)