Menakar Buah Kerja Sama Grab - PayTren

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 17:25 WIB
Menakar Buah Kerja Sama Grab - PayTren Kerjasama Kudo, Grab, dan PayTren, (dok. CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab resmi menggandeng fintech yang didirikan oleh Ustaz Yusuf Mansyur, PayTren. Kolaborasi yang sebelumnya sudah tercium ini mengetengahkan potensi pasar mikro finansial di daerah-daerah pelosok yang relatif belum terjamah ekonomi digital.

Managing Director GrabPay Indonesia Ongki Kurniawan menyebut bentuk layanan yang pertama dari kerja sama ini adalah pendaftaran pengemudi yang dapat melalui agen PayTren. Selain itu layanan-layanan di Kudo nantinya juga bisa diakses lewat aplikasi PayTren.

Secara prinsip bentuk kerja sama itu serupa dengan yang sudah terjadi di Grab dan Kudo, yang mana setiap agen Kudo bisa menerima pendaftaran calon pengemudi Grab dan kemudian menerima komisi atasnya.


"Yang paling penting adalah mereka bisa membantu kita merekrut pengemudi Grab dan Grab sendiri sangat membutuhkannya karena harus segera ekspansi cepat di Indonesia," ucap Ongki. 

Namun berbeda dengan Kudo yang memiliki agen sebanyak 700 ribu lebih, jumlah agen yang PayTren punya sudah lebih dari 1,7 juta orang yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dan mancanegara.

Ustaz Yusuf Mansyur menambahkan bahwa manfaat kerja sama ini lebih dari sekadar perekrutan pengemudi saja. "Apapun yang dimiliki Kudo dan Grab bisa dimaksimalkan oleh PayTren dan sebaliknya demikian," ucapnya di kesempatan yang sama.

Saat ini bentuk kerja sama keduanya masih sebatas perekrutan. Yusuf mengisyaratkan lebih banyak layanan baru di antara mereka. Salah satunya adalah potensi jual-beli reksadana dengan perantara GrabCar atau GrabBike. 

"Itu mimpinya nanti semua nge-blend," imbuh Yusuf.

Perlu diketahui sebelumnya, PT Veritra Sentosa International sebagai pemilik PayTren, memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang reksadana bernama PayTren Asset Management.

Setelah mengakuisisi Kudo beberapa bulan lalu, kehadiran layanan transportasi makin menjamur di Indonesia. Ridzi Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan layanan mereka sudah ada di 104 kota, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura. Padahal di awal tahun, Ridzki berkata Grab baru menjejakkan kaki di 12 kota saja.

Dampak ke GrabPay

Saat dimintai konfirmasi, Ongki tak menampik bahwa muara kerja sama dengan PayTren adalah penggunaan uang elektronik. Nantinya, para agen PayTren akan menjadi pengguna layanan GrabPay sendiri.

"Karena mereka nanti akan butuh pembayaran dan pembayaran itu bisa difasilitasi GrabPay," lanjut Ongki.

Saat ini izin uang elektronik GrabPay masih berhenti untuk sementara. Sempat beredar kabar, operasional GrabPay masih menunggu izin resmi dari Bank Indonesia selaku regulator uang elektronik di dalam negeri.

Namun Ongki tetap optimis layanan GrabPay bisa tumuh cepat ketika izin dari BI sudah diperoleh. Pasalnya dengan bergabungnya PayTren sebagai sekutu mereka, Grab seketika memperluas jangkauan layanan mereka ke 1,7 juta orang. (evn/evn)