Dongeng anak itu menjadi bahan penelitian yang “remeh tapi penting” oleh perusahaan konstruksi asal Swedia, NCC. Dalam penelitiannya, mereka menghitung hubungan antara berat badan Sinterklas dan ketahanan rata-rata atap rumah di Swedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari perhitungan NCC, disimpulkan bahwa ketahanan rata-rata atap rumah di Swedia dirasa mampu menahan berat beban Sinterklas beserta kereta rusanya, asalkan Sinterklas tidak membawa ribuan ton kado sekaligus dalam sekali perjalanannya membagikan kado.
Sinterklas juga diminta tidak melakukan pendaratan kereta rusa dengan terburu-buru, meski NCC menghitung kalau atap rumah di Swedia rata-rata mampu menahan 50 persen tekanan dari benda berat yang mendadak menghantam.
“Dari dongeng Sinterklas, kami melakukan perhitungan mengenai kekuatan rata-rata atap rumah di Swedia. Hasilnya seperti yang disebutkan di atas,” kata Thomas Lecher, perancang konstruksi dari NCC.
“Dari hasil perhitungan tersebut, kami menyarankan Sinterklas tidak membawa terlalu banyak kado per sekali keliling dan tidak mendarat dengan terburu-buru. Tapi kami yakin, ia menggunakan keajaiban Natalnya untuk melakukan hal tersebut,” pungkas Lecher.
(ard)