TIPS OTOMOTIF

Plus Minus Bahan Bakar Oktan Tinggi untuk Sepeda Motor

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Minggu, 07/01/2018 13:50 WIB
Bahan bakar dengan oktan tinggi memang baik untuk performa dan usia mesin. Namun, bahan bakar oktan tinggi juga ada kekurangan bagi performa sepeda motor. Plus minus bahan bakar oktan tinggi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kampanye penggunaan bahan bakar dengan kadar oktan tinggi belakangan kian marak digaungkan. Meski lebih ramah lingkungan, siapa sangka jika bahan bakar oktan tinggi juga memiliki kelebihan dan kekurangan bagi performa sepeda motor.

Setiap perusahaan yang menyediakan bahan bakar beroktan tinggi memiliki kadar nilai oktan atau Research Octane Number (RON) berbeda-beda. Pertamina Pertamax Turbo memiliki nilai oktan 98, Shell Power memiliki RON 95, dan Total Performance 95 edngan RON 95.

Semakin tinggi nilai RON sejatinya memengaruhi usia dan performa mesin kendaraan. Namun pertanyaannya, apakah bahan bakar dengan oktan tinggi cocok digunakan untuk semua jenis kendaraan?


Kepala Bengkel Yamaha Victory Ferdiansyah, mengungkapkan seharusnya semua jenis sepeda motor tidak masalah jika menggunakan bahan bakar oktan tinggi. Apalagi sepeda motor tersebut keluaran terbaru yang sudah dilengkapi radiator sebagai pendingin.

Kelebihan utama menggunakan bahan bakar oktan tinggi menurutnya lebih baik, lantaran ruang bakar pada kendaraan akan bersih dengan tidak meninggalkan kotoran. Tarikan kendaraan pun akan lebih kencang, ketimbang menggunakan bahan bakar oktan rendah.

Di sisi lain, bahan bakar dengan kadar oktan tinggi pasti membuat mesin lebih cepat panas. Terlebih jika tidak ada sektor khusus untuk mendinginkan sehingga berpotensi overheat.

"Kalau terjadi overheat, motor sekarang (keluaran terbaru) sudah ada sistem pendingin seperti ada radiator dan kalau ada itu ya aman aja," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/1).

Sebaliknya, ia mewanti-wanti sepeda yang tidak dilengkapi radiator agar tidak menggunakan bahan bakar oktan. Terlebih jika jalur yang dilalui merupakan titik kemacetan yang berpotensi membuat mesin lebih panas.

Alih-alih menggunakan radiator, produsen biasanya mengakali sepeda motor lawas dengan lekukan di bagian sayap atau sirip untuk menampung udara dari luar dengan tujuan mendinginkan mesin.

Dibanding menggunakan bahan bakar oktan tinggi, Ferdi menyarankan pemilik sepeda motor lawas menggunakan bahan bakar dengan RON yang tidak terlalu tinggi untuk penggunaan sehari-hari.

"Kalau buat harian cukup Pertamax atau Shell Super. Memang lebih panas karena oktan lebih tinggi, tapi pembakaran bagus. Asal jangan pakai Premium aja karena (mesin) mudah kotor," kata Ferdi. (evn/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK