Plug and Play Pilih 13 Startup yang Lebih Variatif

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 16:07 WIB
Plug and Play Pilih 13 Startup yang Lebih Variatif Plug and Play pilih 13 startup pada angkatan kedua. (dok. CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akselerator startup Plug and Play (PnP) mengusung sembilan startup terpilih di angkatan keduanya. Pada angkatan terbaru ini, startup yang dipilih PnP masih didominasi oleh fintech dengan variasi startup lintas sektoral.

PnP, akselerator asal Silicon Valley, AS, tak memungkiri kebutuhan masyarakat akan solusi keuangan masih tinggi. Itu sebabnya startup fintech kembali yang paling banyak terpilih.

President Director PnP Indonesia, Wesley Harjono, berkata sebenarnya mereka bisa saja memilih startup yang lebih populer. Akan tetapi, Wesley tak ingin startup yang mereka pilih hanya bergelut di satu bidang saja.


"Kalau fintech-fintech melulu apa enggak bosan?" ucap Wesley di markas PnP Indonesia di bilangan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/1).

Dari sekitar 300 startup yang mengikuti program PnP Indonesia angkatan kedua, terpilih 13 startup. Mereka adalah Blynk, Cheers, Dana Bijak, Duit Hape, Datanest, Gandeng Tangan, Gringgo, Indogold, Manpro, Trukita, Periksa ID, Eresto, dan Weston.

Selain fintech, startup-startup terpilih mewakili sektor yang bervariasi. Ada bisnis sampah yang diwakili oleh Gringgo, solusi kesehatan dari Periksa ID, solusi energi terbarukan dari Weston, hingga digitalisasi industri restoran dari Eresto.

"Paralel memang fintech tetap jalan, karena populer sekali kan fintech. Jadi Plug and Play enggak hanya fokus ke fintech, kita melihat banyak startup melalui teknologi bisa menjawab permasalahan di masyarakat maupun di korporasi," tutur Wesley.

Ia memberi contoh untuk startup seperti Weston dan Gringgo yang dinilai punya dampak sosial besar pun punya nilai potensi ekonomi yang tinggi. Meski untuk saat ini masih terbilang kecil, potensi bisnis yang mereka hasilkan bakal sangat besar. Ia merasa startup seperti itu patut mendapatkan kesempatan.

Sama seperti tahun lalu, PnP Indonesia tak hanya membantu startup berakselerasi, namun juga dalam soal pendanaan. PnP memberikan masing-masing ke-13 startup US$50 ribu sebagai pendanaan awal (seed funding).

Selama tiga bulan berikutnya, 13 startup terpilih akan dilatih dan dibimbing oleh PnP agar bisa beroperasi lebih optimal. Selanjutnya mereka akan dipertemukan dengan calon investor dalam sebuah forum besar di April 2018 nanti. (evn/evn)