CES 2018

Integrasi Alexa dan Cortana Dinilai Banyak Rugikan Microsoft

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 13:30 WIB
Keputusan Microsoft untuk mengintegrasikan Cortana dengan Alexa dianggap sebagai sebuah kemunduran, lantaran fungsinya hanya sebagai back-end sistem. Microsoft mengumumkan integrasi Cortana dan Alexa di perangkat berbasis Windows. (dok. Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Microsoft yang mengumumkan rencana teknologi asisten digital Cortana dengan teknologi serupa milik Amazon yakni Alexa menuai beragam spekulasi.

Integrasi lintas platform ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri bagi keduaanya. Pengguna Alexa bakal memiliki keuntungan memiliki keahlian untuk mengendalikan Office yang tak dimiliki asisten virtual lain.

Sementara pengguna Cortana akan memiliki kendali terhadap perangkat pintar  yang bisa diperintah melalui Alexa, umumnya ada perangkat rumah pintar.


Meski terlihat menguntungkan untuk keduanya, namun pengamat teknologi Mary Jo Foley justru menilai langkah ini justru membuat posisi Cortana semakin kabur, bahkan mengalami kemunduran.

Cortana yang memiliki 230 kemampuan dianggap akan kalah dari Alexa yang hanya memiliki 25 ribu kemampuan. Sejauh ini Cortana dapat menyalakan bola lampu berwarna dari Philips Hue, namun tidak dapat berbicara dengan produk terhubung lainnya atau merampungkan daftar panjang produk dari penyedia layanan lainnya.

Posisi Cortana yang dulunya sebuah front-end Bing akan mundur menjadi back-end sistem semata. Dengan banyaknya kemampuan yang bisa dilakukan Alexa, justru akan semakin sedikit kesempatan Cortana untuk digunakan.

“Seperti yang diperkenalkan pada awalnya, Cortana pada dasarnya adalah front-end yang lebih cantik untuk pencarian Bing. Dengan melakukan ini, Microsoft mengaburkan Cortana yang dulunya merupakan bagian kunci dari rencana Microsoft untuk menanamkan aplikasinya dan layanannya yang diberikan oleh layanan AI di back-end,” terang Foley.

Langkah yang ditempuh Microsoft seakan memperlihatkan jika perusahaan asal Waterloo, AS itu tidak mampu mengikuti pemrosesan bahasa alami yang seharusnya bisa dilakukan oleh asisten virtual. Langkah itulah yang sejauh ini justru sudah dilakukan oleh produsen perangkat keras.

'Perkawinan' antara Cortana dan Alexa dipastikan akan mendarat di perangkat besutan Acer, Asus dan HP pada kuartal pertama 2018.

Steve Chang, presiden Asus Amerika Utara, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir ZDNet, mengatakan bahwa menggabungkan Alexa dengan komputer Asus memungkinkan pelanggan menyelesaikan beragam tugas yang sebelumnya rumit jika hanya dilakukan dengan berbicara. Karena PC Windows kini memungkinkan pengguna untuk berbicara dengan Cortana juga, Asus bisa jadi merasa bahwa Alexa menawarkan pengalaman yang lebih alami. (evn)