Gaikindo: Produsen Mobil di Indonesia Cuma Jago Kandang

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 19:45 WIB
Gaikindo: Produsen Mobil di Indonesia Cuma Jago Kandang Kegiatan ekspor mobil Toyota di Pulo Gadung, Jakarta Utara. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong setiap produsen mobil di Indonesia untuk meningkatkan aktivitas ekspor.

Menurutnya ekspor mobil penumpang Thailand saat ini berada jauh di atas Indonesia. 'Negeri gajah putih' itu berhasil membukukan angka sekitar 1,1-1,2 juta unit selama 2017, sementara Indonesia hanya berada di angka 200 ribuan unit.

"(Perbanyak) jenis mobil itu potensi untuk mendorong ekspor. Kita ini masih jago kandang, bikin mobil yang hanya disukai masyarakat Indonesia," kata Jongkie di Jakarta, Selasa (16/1).

Ia menilai pabrikan mobil dalam negeri hanya membuat mobil yang diminati oleh pasar domestik. Padahal, kata Jongkie, ada perbedaan minat jenis kendaraan antara konsumen dalam dan luar negeri. Masyarakat selama ini dinilai masih mengemari mobil penumpang jenis multi purpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV).

Sedangkan pasar ekspor, lebih kepada mobil berjenis sedan dan pikap ganda. Hanya ada sedikit MPV dan SUV menjadi pilihan masyarakat di luar negeri.

Selain jenis kendaraan, standar emisi Euro2 juga menjadi faktor penghambat bagi produsen dalam negeri untuk mengekspor kendaraannya, dengan alasan mobil standar emisi Euro2 produksi Indonesia tidak diterima di luar negeri.

"Makanya kita itu kalah, kalau Thailand komplet sampai dengan standar Euro4 sudah punya," ujarnya.

Berpeluang lebih besar

Jongkie melanjutkan, pada dasarnya kualitas kendaraan produksi dalam negeri tidaklah buruk. Peluang jelas terbuka lebar bagi para agen pemegang merek (APM) di Indonesia untuk melebarkan sayap mengekspor mobil penumpang.

Angan-angan pabrikan untuk mengekspor mobil dengan kualitas emisi Euro4 sepertinya akan terwujud dalam waktu dekat, mengingat Indonesia akan resmi menerapkan standar emisi Euro4 pada September 2018.

Aturan itu setidaknya menjadi sebuah kesempatan untuk kendaraan produksi Indonesia bersaing di pasar otomotif Asia Tenggara. (mik/asa)