Lazada Beri Klarifikasi Tuduhan Ada Penjual Ponsel Nakal

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 16:12 WIB
Lazada Beri Klarifikasi Tuduhan Ada Penjual Ponsel Nakal CMO Lazada Indonesia Achmad Alkatiri mengklarifikasi tuduhan ada penjualan nakal. (dok. CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah lapak di situs belanja Lazada mendapat cukup banyak protes. Pembeli di sana menuntut lapak tersebut mengembalikan uang mereka. Pihak Lazada menyebut pembeli dalam kasus ini sudah keliru.

CMO Lazada Indonesia Ahmad Alkatiri membenarkan ada sebuah lapak yang kebanjiran protes konsumen. Protes itu pada umumnya berisi tuntutan pembatalan pesanan dan pengembalian uang.

Namun Ahmad menampik hal itu terjadi karena ulah penjual. Ia menegaskan dalam kasus tersebut tidak ada penipuan.


"Sebenarnya enggak menjebak, karena yang dia jual memang barang itu," kata Ahmad saat ditemui di gedung Argo Plaza, markas Lazada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Barang yang jadi polemik di kasus ini adalah tempered glass (kaca anti gores) untuk ponsel Xiaomi  Redmi Note 5A yang berharga Rp882.000. Sementara pembeli mengira barang yang dijual adalah ponsel Xiaomi Redmi 5A.

Lazada Beri Klarifikasi Tuduhan Ada Penjual Ponsel NakalKomplain konsumen. (dok. Istimewa)

Ahmad memperkirakan kekeliruan terjadi di titik itu. Ketika pembeli mengetikkan Redmi 5A, yang muncul adalah produk anti gores tersebut, dan tanpa memeriksa terlebih dahulu mereka langsung memasukkannya ke dalam keranjang belanja.

"Mungkin mereka mengiranya flash sale, jadi cepat-cepatan kan dan kebanyakan enggak lihat," imbuh Ahmad.

Untuk menanggulangi kesalahpahaman yang terjadi, Ahmad mengklaim sudah mempertebal judul produk tersebut agar konsumen lebih sadar di awal sebelum belanja.

Berdasarkan pantauan di situs Lazada ada sekitar dua puluhan komentar yang meminta penjual membatalkan pesanan dan mengembalikan uang mereka. Khusus untuk pengembalian uang, Ahmad meminta pembeli tenang karena prosesnya sedang berjalan.

"Untuk refund sistem kita butuh 7 hari, jadi sabar saja," pungkas Ahmad. (evn)