Salah satu pemutakhiran yang akan diboyong yakni fitur untuk memonitor kondisi baterai iPhone. Cook menjanjikan bulan depan update iOS 11 akan dirilis dalam versi developer beta.
Dengan fitur ini, pengguna bisa memilih untuk mematikan perlambatan kinerja ponsel agar tidak mati secara tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta maaf jika kami dikira memiliki motivasi lain […] Jadi kami mendengarkan masukan dengan hati-hati sehingga kami juga memiliki kemampuan melihat kondisi baterai jadi ini akan sangat-sangat transparan," terang Cook dalam wawancaranya dengan ABC News.
"Jika Anda tidak ingin performa ponsel Anda dikurangi, Anda bisa mematikan perlambatan itu."
Lebih lanjut, Cook menceritakan alasan pihaknya memutuskan untuk memperlambat kinerja iPhone yakni untuk 'memberikan pengalaman' panggunaan yang lebih baik bagi pengguna.
Sementara itu, pembaharuan developer beta di Februari baru akan dirilis sebagai update resmi ke publik pada Maret.
Di sisi lain, teknik Apple mencegah kematian tiba-tiba di iPhone 6, iPhone 6 Plus, iPhone 6s, iPhone 6s Plus, iPhone 7, iPhone 7 Plus and iPhone SE adalah dengan mengurangi kecepatan ponsel hingga 50 persen ketika dilakukan pengetesan.
Sejauh ini, solusi yang bisa dipilih pengguna untuk menghentikan perlambatan performa adalah membeli baterai baru.
Apple memangkas harga penggantian baterai iPhone yang sudah habis masa garansinya sebesar 50 dolar AS menjadi US$29 atau hampir Rp400 ribu dengan kurs saat ini. Sebelumnya untuk menukar baterai baru, pelanggan iPhone harus merogoh US$79 atau lebih dari Rp1 juta. (evn)