CA sendiri merupakan teknik untuk menggabungkan dua frekuensi yang berbeda, misalnya menggabungkan frekuensi 1.800Mhz dan 2.100Mhz.
Teknik ini digunakan untuk mempercepat layanan internet, sebab operator 'seolah-olah' memiliki spektrum frekuensi lebih luas dengan menggabungkan dua frekuensi terpisah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi CA diterapkan karena XL menganggap mayoritas pengguna mereka sudah didominasi pelanggan 4G LTE. Sehingga, rata-rata jaringan 3G sudah cukup kosong terutama terjadi di wilayah perkotaan. Sehingga kekosongan spektrum yang digunakan untuk jaringan 3G bisa dipakai untuk 4G.
Tunggu refarming
Rahmadi mengungkapkan saat ini CA masih belum bisa diterapkan karena masih menunggu rampungnya proses refarming frekuensi 2.100 Mhz.
"Tapi refarming saat ini berjalan lebih sederhana, sehingga bisa selesai lebih cepat dan sesuai jadwal," ujarnya, Senin (22/1).
Adapun, sepanjang 2018, operator grup Axiata ini akan membangun sekitar 15.000 base transceiver station (BTS) baru. Dari pembangunan baru tersebut 95 persennya merupakan BTS 4G.
Hingga kuartal tiga 2017, XL mencatat jumlah pelanggan sekitar 52,5 juta dengan 40 juta di antaranya merupakan pelanggan 4G. Sejalan dengan tingginya konsumen 4G, XL meluncurkan paket baru, yakni Xtra Kuota.
Direktur Komersial XL Axiata Allan Bonke mengatakan paket tersebut merupakan solusi yang ditawarkan atas tingginya permintaan kuota data oleh pelanggan. (age)