Karyawan XL Axiata Buka Suara soal Paksaan 'Pensiun Dini'

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 09:56 WIB
Karyawan XL Axiata Buka Suara soal Paksaan 'Pensiun Dini' Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zulkarnain adalah salah seorang dari 200 karyawan PT XL Axiata Tbk yang mendapat tawaran 'pensiun dini', namun dia memutuskan untuk menolaknya.

Istilah pensiun dini menurut Zulkarnain hanyalah bahasa halus dari XL untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang sedang terjadi.

Zul, biasa ia disapa, mengatakan keputusan perusahaan dalam PHK ini sepihak. Pada medio November 2017, ia mendapat kabar dari manajemen bahwa dirinya tak akan mendapat tempat di perusahaan setelah perampingan karyawan dieksekusi.

"Tiba-tiba saja saya diberitahu demikian oleh atasan," kata Zul kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Rabu (20/10).


Zul mengakui perusahaan memang menawarkan program pensiun dini kepadanya. Namun cara penyampaian perusahaan ia anggap sebagai pemaksaan.

Transformasi Perusahaan

Group Head of Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, menjelaskan PHK massal itu bagian dari transformasi agar perusahaan lebih kompetitif.

Ayu bahkan mengklaim program pensiun dini itu memiliki nilai lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lain.


Zul belum pernah mendengar soal efisiensi yang jadi alasan XL melakukan PHK massal. Namun sekali pun ada efisiensi, ia tak menerima hal itu menjadi alasan perusahaan melakukan PHK.

"Kalau misalnya efisiensi yang jadi alasan, harus dibuktikan di mana kerugiannya."

Sampai saat ini, Zul mengaku adalah satu-satunya karyawan yang menolak program pensiun dini dari XL. Meski teman-temannya yang lain sudah menerima tawaran perusahaan, ia berani mengklaim ada beberapa di antaranya yang terpaksa.

Sebelum statusnya bermasalah, Zul terakhir menjabat posisi manajer sementara di divisi MBB Device Marketing. Ia juga menduduki Wakil Presiden Serikat Pekerja XL Axiata. (asa)