Ada 1,46 Miliar Ponsel Cerdas Terjual Selama 2017

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 26/01/2018 20:47 WIB
Ada 1,46 Miliar Ponsel Cerdas Terjual Selama 2017 Lembaga riset bisnis GfK, menemukan rata-rata harga ponsel cerdas yang terjual makin mahal (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah ponsel cerdas yang terjual selama periode 2017 mencapai 1,46 miliar unit, naik 3 persen dari penjualan 2016 sebesar 1,41 miliar unit. Lembaga riset bisnis, GfK, menemukan rata-rata harga ponsel cerdas yang terjual makin mahal.

"Pertumbuhan permintaan ponsel pintar di kuartal terakhir cenderung moderat, hanya naik satu persen menjadi 397 juta unit. Namun, nilai penjualan naik 11 persen dalam periode yang sama," jelas Arndt Polifke, Global Director GfK, Rabu (24/1).

Polifke juga menyadari jenis ponsel cerdas yang dibeli masyarakat ukurannya makin besar dan minim bingkai. Itu menandakan konsumen berani keluar duit lebih banyak untuk membeli satu unit ponsel pintar.



Kendati demikian, pasar Emerging Asia dengan Indonesia di dalamnya, justru mengalami penurunan penjualan.

Keanehan itu muncul karena GfK memprediksi pasar Emerging Asia sebagai salah satu pendongkrak penjualan ponsel pada 2017.

Dalam hasil risetnya, GfK menemukan India sebagai faktor penentu menurunnya penjualan ponsel di kelompok tersebut. Selama Q4 2017, penjualan di Emerging Asia mencapai 58,6 juta unit, turun 1 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu 58,9 juta unit.

Fitur Murah

Pasar ponsel cerdas di India diketahui turun 3 persen selama periode itu. Penyebabnya diperkirakan berasal dari maraknya fitur ponsel 4G murah.

Sementara itu, penjualan di Eropa Tengah & Timur serta Amerika Latin, menjadi dua kelompok pasar yang paling progresif dengan 9 persen kenaikan. Masing-masing menjual 85,2 juta unit dan 115,8 juta unit selama 2017.

Emerging Asia Berkembang berada di posisi berikutnya dengan kenaikan penjualan 8 persen atau mencapai 232,7 juta unit.


Berikutnya, disusul oleh pasar timur Tengah & Afrika yang naik 4 persen menjadi 176,5 juta unit. Mengekor di belakang, Amerika Utara naik 2 persen setelah menjual 201,3 juta unit, serta China yang naik 1 persen dengan menjual 454,4 juta unit.

Hanya Developed Asia Maju dan Eropa Barat yang mencatat hasil negatif selama 2017. Penjualan ponsel pintar di Asia Maju turun 6 persen, menjadi 68,5 juta unit, sementara Eropa Barat turun 4 persen, menjadi 125,6 juta unit.

Sebagai catatan, GfK menggolongkan sejumlah pasar di dunia ke dalam beberapa kelompok. Asia yang punya populasi paling padat dibagi ke dalam tiga kelompok pasar yakni Developed Asia, Emerging Asia, dan China. Sementara Timur Tengah oleh GfK ditempatkan ke dalam pasar tersendiri bersama Afrika.

Indonesia masuk ke dalam kategori Emerging Asia bersama Bangladesh, Vietnam, India, Myanmar, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. (asa)