TIPS OTOMOTIF
Pahami Kerja Mobil Matik di Jalan Menanjak dan Menurun
Rayhand Purnama | CNN Indonesia
Minggu, 04 Feb 2018 09:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil bertansmisi matik sudah jadi pilihan utama masyarakat perkotaan untuk melibas kondisi jalan macet. Pada mobil jenis ini tidak membuat kaki kiri terasa pegal karena harus berkali-kali menginjak pedal kopling.
Namun, tak banyak pemilik mobil kurang percaya diri mengendarai mobil transmisi otomatis di jalan menanjak dan menurun. Padahal mobil yang terdiri dengan dua pedal saja ini tetap bisa diandalkan untuk melahap dua karakter jalan itu.
Kepala bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino mengatakan, mobil bertransmisi otomatis sendiri memiliki kelebihan, sehingga penggunanya kelak dapat lebih 'pede' ketika menjelajah menggunakan mobilnya. Misalnya, saat mobil matik berada dalam posisi jalan menanjak.
"Mobil matik saat jalan menanjak mempunyai keuntungan, tidak melelahkan si pengemudi, terutama pengemudi yang baru bisa mengemudi. Diupayakan dengan mengatur pijakan pada pedal rem dan pedal gas, kendaraan akan bergerak naik," kata Dolf kepada CNNIndonesia.com.
Namun, pada mobil matik konvensional tak menutup kemungkinan mobil bergerak mundur sepersekian sentimeter meski pengendara sudah tepat memainkan pedal rem dan pedal gas. Karena itu produsen otomotif melengkapi mobil matik dengan fitur hill-start assist control. Ini adalah fitur keselamatan untuk menahan mobil agar tidak bergerak mundur di jalan tanjakan.
Sementara pengemudi mobil transmisi manual yang terjebak di jalan menanjak harus memainkan pedal kopling. Umumnya tuas transmisi pada posisi gigi 1 setelah menginjak dalam pedal kopling. Agar mobil bergerak naik, pengemudi harus merilis pedal kopling secara perlahan-lahan. Tak sedikit pengemudi menggunakan alat bantu handle 'rem tangan' supaya mobil tidak bergerak mundur.
Di satu sisi, dalam kondisi jalan menurun yang curam, Ia mengingatkan bahwa kondisi ini tak kalah genting. Pengendara mobil matik agar lebih jeli ketika melewati jalan tersebut.
Menurutnya, untuk mencegah kendaraan meluncur bebas, sebaiknya letakkan tuas transmisi pada posisi D2. Ketika tuas digeser ke D2, transmisi akan bekerja secara otomatis pada gigi 1 dan 2. Praktis transmisi otomatis akan membantu menahan laju mobil. Ketika melintasi jalan normal, geser kembali tuas persneling ke posisi D.
"Dikarenakan transmisi matik di posisi D, maka engine brake tidak ada. Di tanjakan harus dipindahkan ke posisi D2 atau L sehingga ada efek engine brake guna membantu pengereman saat jalan menurun," tegas Dolf.
Pengemudi yang memahami cara kerja transmisi otomatis secara benar tidak saja menimbulkan rasa nyaman, tetapi juga konsumsi BBM kendaraan lebih hemat. (mik)
Namun, tak banyak pemilik mobil kurang percaya diri mengendarai mobil transmisi otomatis di jalan menanjak dan menurun. Padahal mobil yang terdiri dengan dua pedal saja ini tetap bisa diandalkan untuk melahap dua karakter jalan itu.
Kepala bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino mengatakan, mobil bertransmisi otomatis sendiri memiliki kelebihan, sehingga penggunanya kelak dapat lebih 'pede' ketika menjelajah menggunakan mobilnya. Misalnya, saat mobil matik berada dalam posisi jalan menanjak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pengemudi mobil transmisi manual yang terjebak di jalan menanjak harus memainkan pedal kopling. Umumnya tuas transmisi pada posisi gigi 1 setelah menginjak dalam pedal kopling. Agar mobil bergerak naik, pengemudi harus merilis pedal kopling secara perlahan-lahan. Tak sedikit pengemudi menggunakan alat bantu handle 'rem tangan' supaya mobil tidak bergerak mundur.
Lihat juga:Bahaya Mengemudi Sambil Bernyanyi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikarenakan transmisi matik di posisi D, maka engine brake tidak ada. Di tanjakan harus dipindahkan ke posisi D2 atau L sehingga ada efek engine brake guna membantu pengereman saat jalan menurun," tegas Dolf.