Tinggalkan Uber, Airbnb Sukses Cetak Keuntungan Lagi di 2017

Eka Santhika, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 14:37 WIB
Tinggalkan Uber, Airbnb Sukses Cetak Keuntungan Lagi di 2017 Airbnb berhasil cetak keuntungan (REUTERS/Christian Hartmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Airbnb berhasil kembali mencetak keuntungan di 2017. Diperkirakan keuntungan perusahaan itu mencapai Rp1,2 triliun (US$93 juta) dengan total pendapatan mencapai Rp35 triliun (US$2,6 miliar).

Dengan pendapatan ini Airbnb berhasil membukukan penghasilan nyaris dua kali lebih besar dari target. Sebelumnya perusahaan itu menargetkan untuk mencetak pendapatan Rp37,9 triliun (US$2,8 miliar) pada 2017.

Airbnb sendiri pertama kali mencetak keuntungan pada semester pertama 2016. Keberhasilan Airbnb mencetak keuntungan adalah langkah yang membedakannya dengan Uber.
Uber punya valuasi Rp921,4 triliun (US$68 miliar) tapi mengantongi kerugian Rp40,6 triliun (US$3 miliar) pada 2016, mengutip Market Watch. Sementara valuasi Airbnb hanya setengahnya, Rp420 triliun (US$31 miliar), tapi sudah mencetak keuntungan.


Perusahaan startup teknologi memang tak menjadikan keuntungan sebagai target utama dimasa awal mereka berdiri. Tapi menargetkan pertumbuhan pengguna yang tinggi terlebih dulu dan menempatkan masalah monetisasi bisnis kemudian.

Tak cuma mencetak keuntungan, Airbnb sendiri baru saja mendapat investasi baru sebesar Rp59,6 triliun (US$4,4 miliar) pada Maret 2017. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga mengaku memiliki aset di bank senilai Rp67,7 triliun (US$5 miliar).

Meski memiliki uang melimpah namun Airbnb sepertinya tak ingin buru-buru melepas saham perdana ke publik.

Pihak perusahaan juga sempat berkonsultasi dengan Morgan Stanley, perusahaan layanan finansial asal Amerika mengenai rencana Airbnb untuk melepas sahamnya ke publik. Namun, juru bicara perusahaan menyatakan di tahun ini tidak akan ada pelepasan saham Airbnb ke publik.

"Pimpinan dan dewan senior perusahaan telah sepakat untuk tidak melepas saham ke publik pada tahun 2018," tegas juru bicara Airbnb, seperti dikutip Business Insider, Selasa (6/2).
Sebelumnya diberitakan bahwa putusan Airbnb untuk tak melepas saham ke publik ini berlawanan dengan keinginan Laurence Tosi yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer Airbnb.

Perbedaan pandangan ini membuat Tosi mesti melenggang keluar dari perusahaan. Padahal Tosi termasuk sosok yang memberi dampak besar untuk Airbnb.

Sebab, Tosi yang membuat berbagai terobosan investasi perusahaan dalam berbagai bentuk, baik saham, mata uang, dan bentuk investasi lainnya yang setara dengan 30 persen dari arus kas perusahaan. (sat/eks)