Airbnb Batal Lepas Saham pada 2018

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 02/02/2018 16:08 WIB
Airbnb Batal Lepas Saham pada 2018 Airbnb membatalkan rencana melepas saham ke publik tahun ini. (Facebook/airbnb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Airbnb mengumumkan bahwa rencana untuk melepas saham tahun ini dibatalkan. Pengumuman pembatalan tersebut bertepatan dengan beberapa pengumuman finansial lain hari ini, Jumat (2/2).

Selain itu, Airbnb juga mengumumkan bahwa CFO mereka, Laurence Tosi memutuskan untuk meninggalkan perusahaan. Padahal Tosi adalah CFO Airbnb yang memiliki pengalaman dengan Wall Street.

Pembatalan ini menyebabkan penundaan pembayaran kepada investor dan karyawan perusahaan yang telah berusia sepuluh tahun itu.
Dalam blog-nya, CEO Airbnb Brian Chesky menyebut kepergian pria yang sudah menjabat CFO sejak 2015 ini dilatari keinginan Tosi untuk berkonsentrasi pada investasinya di Weston Capital Partners. Ia pun ingin mendedikasikan waktuya di beberapa dewan direksi yang ia duduki saat ini.


Lepasnya Tosi dari Airbnb meninggalkan pertanyaan siapa yang akan mengurusi rencana pelepasan saham ke publik dari AirBnB. Selama ini Tosi dipandang sebagai sosok dewasa diantara founder muda Airbnb. Selama berada di Airbnb, Tosi membantu perusahaan startup itu untuk meraup keuntungan.

Airbnb pun mempromosikan Belinda Johnson menjadi COO. Ini adalah langkah pertama seorang perempuan menjadi eksekutif di perusahaan itu.
Sumber CNBC menyebut bahwa Tosi dan Johnson menginginkan posisi nomor dua itu di Airbnb.

"Keduanya berbeda pandangan," jelas sumber yang tak disebutkan namanya itu.

"Mental Silicon Valley milik Johnson yang percaya pada pertumbuhan organik lawan mental Wall Street dari LT (panggilan Tosi)." 

Sepertinya perbedaan ini dimenangkan Johnson. Johnson menghabiskan lebih dari sepuluh tahun di bagian legal Yahoo sebelum bergabung pada 2011 di Airbnb.

Sumber lain menyebut bahwa belakangan ada ketegangan antara CEO Chesky dan CFO Tosi. Ketegangan ini terutama terkait visi keduanya mengenai masa depan Airbnb.
Dalam tulisan blognya, Chesky menulis, "Saya tahu orang akan bertanya bagaimana perubahan ini akan berpengaruh pada IPO. Saya luruskan, bahwa kami tidak akan melepas saham pada 2018. Kami akan membuat keputusan soal pelepasan saham menurut jadwal kami sendiri."

Sebelumnya, Airbnb telah menambahkan pakar Wall Street dalam timnya. Termasuk penambahan CEO American Express Ken Chenault dalam dewannya pekan lalu. Valuasi Airbnb saat ini mencapai Rp416,81 triliun (US$31 milyar) dan sudah menjadi perusahaan privat selama 10 tahun, demikian disebutkan Venture Beat. (age/eks)