Menanggapi isu ini, Uber menyebut bahwa mereka belum dapat memberikan pengumuman mengenai inisiatif tersebut di Indonesia.
"Indonesia adalah bagian besar dari upaya ini, tapi untuk saat ini belum ada yang bisa kami umumkan. Namun ada banyak inisiatif yang bisa kami lakukan," tulis keterangan resmi yang dikirim juru bicara Uber setelah dikontak oleh CNNIndonesia.com, Jumat (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, dalam keterangannya, Uber menyebut bahwa industri ridesharing dan logistik berbasis aplikasi masih sangat muda. Sehingga, pengembangan potensi dan adopsinya baru saja dimulai, sehingga potensi berkembangnya sangat besar.
Mulai bergerak ke fintech
Untuk bidang fintech, Uber menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan kerjasamanya dengan perusahaan teknologi finansial Vietnam, MOMO. Kerjasama ini disebut Uber sebagai kerja sama pertamanya dibidang fintech di Asia Tenggara.
Uber juga menyadari ada potensi di bidang fintech yang bisa dijelajahi, terutama untuk layanan pembayaran.
Langkah Uber melakukan kerjasama dengan layanan pembayaran Vietnam Momo bukanlah satu-satunya. Uber juga kabarnmya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga finansial di India.
Lewat kerjasama dengan National Payments Corporation of India (NPCI) , Axis Bank dan HDFC Bank itu, Uber menyatakan akan jadi bagian dari ekonomi digital India.
Integrasi dengan institusi finansial India ini disebutkan Uber akan membawa jutaan pengendara dan pengemudi Uber ke dalam sistem pembayaran digital, demikian diberitakan NDTV.