Drone yang Bisa Dikendalikan dengan Mata Tengah Dikembangkan

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 06:00 WIB
Drone yang Bisa Dikendalikan dengan Mata Tengah Dikembangkan Ilustrasi drone (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah paten atas nama Samsung menunjukkan niat perusahaan memproduksi drone yang terbang mengikuti gerak wajah dan mata seseorang.

Desain drone ini layaknya sebuah layar yang punya empat tungkai berbaling di tiap sudutnya. Ada kesan pesawat nirawak ini lebih menyerupai layar terbang ketimbang sebuah drone.

Tungkai berbaling itu menjadi poros gerak drone tersebut. Sudut layarnya pun bisa disesuaikan bahkan ketika terbang. Fitur lainnya adalah drone bisa mendeteksi keberadaan suatu objek secara otomatis agar tidak menabraknya.


Drone ini diperkirakan memiliki sejumlah sensor mulai dari gyroscope, sensor gerak, sistem getaran, dan kemungkinan akselerometer. Di samping itu, drone ini dipersenjatai oleh GPS, sistem pemosisian berbasis WiFi, serta sistem pengenal suara.

Cara kerja drone Samsung ini bermula dari sistem observasi dan kamera yang mengirim informasi ke unit kendali utama drone. Informasi tadi bisa berasal dari gestur tangan, mata, hingga kepala pengguna.

Drone itu bahkan juga bisa bergerak mengikuti pemiliknya secara otomatis tanpa gestur tambahan.

Kendati begitu, perlu diingat bahwa drone ini masih berbentuk paten. Pertama kali paten ini diajukan oleh Samsung pada 3 Januari 2016 dan akhirnya lolos tes pada 13 Februari 2018.

LetsGoDigital, media asal Belanda, seperti mengutip The Verge diketahui menemukan pertama kali paten tersebut. Drone itu tidak hanya terbang mengikuti gerak mata, tapi juga gerakan dan posisi tangan. 

Sejumlah prediksi menyebut drone ini akan dimanfaatkan oleh Samsung sebagai papan iklan terbang. Dengan kemampuannya yang canggih, paparan iklan diperkirakan akan jauh lebih efektif ketimbang medium iklan lainnya. (evn)