SpaceX Sukses Luncurkan Satelit Internet Kecepatan Tinggi

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 05:35 WIB
Dua satelit percobaan SpaceX meluncur, ini adalah bagian dari rencana SpaceX untuk memberikan jaringan internet kecepatan tinggi menggunakan 12.000 satelit. Ilustrasi. Roket Falcon 9 kembali meluncur, kali ini membawa dua satelit internet kecepatan tinggi milik Space X dan satu satelit Spanyol, Paz (REUTERS/Gene Blevins)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX baru saja meluncurkan dua satelit percobaan mereka. Satelit ini diterbangkan untuk menlakukan pengetesan konsep Starlink. Ini adalah konsep untuk melingkupi bumi dengan 12.000 satelit yang memiliki akses internet pita lebar berkecepatan tinggi.

"Hari ini Falcon (roket peluncur SpaceX) meluncurkan dua satelit percobaan untuk (internet) pita lebar global," cuit Musk pada Rabu (21/2) sebelum peluncuran akhirnya ditunda hingga Kamis (22/2).





CEO SpaceX, Elon Musk menamai dua satelit eksperimen ini sebagai Tintin A dan Tintin B. Tapi nama resmi dua satelit ini tak selucu itu. Nama asli keduanya adalah Microsat-2a dan Microsat-2b. Bersama dengan dua satelit ini turut juga diterbangkan satelit Spanyol bernama Paz.

Sesudah Falcon 9 meluncur ke orbit, satelit Paz disebar dan diikuti oleh Microsat-2a dan Microsat-2b.

"Demo pertama dari dua satelit Starlink, Tintin A dan B, cuit Musk dilengkapi klip video saat mereka melayang di luar angkasa.



Satelit berkecepatan tinggi

Konsep Starlink ini disebut-sebut bakal menyediakan internet dengan kecepaan 180 kali lebih tinggi dari rata-rata kecepatan internet global. Kecepatan internet yang ditawarkan juga 40 kali lebih cepat dari rata-rata satelit internet yang saat ini ditawarkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, SpaceX kemungkinan akan meluncurkan 4.425 satelit Starlink ke orbit dengan ketinggian 1.100 km-1200 km di atas permukaan bumi.Selain itu, konstelasi ini juga nantinya akan ditambah dengan 7.500 kapal luar angkasa di orbit yang lebih rendah.

Sehingga total ada sekitar 12.000 satelit yang akan diluncurkan. Berdasarkan hitungan Union of Concerned Scientist, angka itu dua kali lebih banyak dari total satelit yang pernah meluncur hingga saat ini, demikian diberitakan Business Insider. (eks/eks)