"Berpikir kritis dan bagaimana membangun empati dari dampak postingan yang dikirim itu sangat bisa digunakan dalam situasi seperti Pemilu dan krisis lainnya," kata dia saat ditanyai CNNIndonesia.com mengenai persiapan Facebook yang memiliki basis pengguna besar di tanah air menjelang tahun politik 2018-2019, Selasa (27/2).
Lihat juga:Remaja Mulai Kurang Aktif Buka Facebook |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu diketahui bahwa di standar komunikasi Facebook tidak ada toleransi terhadap ujaran kebencian atau pun kelompok yang mempromsikan ujaran kebencian. Selain itu, Facebook juga bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi-organisasi lainnya untuk memastikan bahwa apa yang ada di platform pengguna bisa merasakan aman dan nyaman," imbuh Clair.
"Kami memulai kampanye ini agar remaja Indonesia memiliki kemampuan dasar dan akses ke sumber referensi yang mereka butuhkan untuk turut berkontribusi dalam menciptakan informasi apa yang mereka bagikan secara online," tuturnya.
Facebook bersama YCAB, telah melatih 11 ribu siswa di lebih dari 100 sekolah selama enam bulan terakhir.Kali ini pelatihan dibuat uyntuk menyasar 100 siswa dari 100 sekolah di Jakarta. Mereka dilatih mengenai literasi digital untuk meningkatkan cara pikir kritis dan empati dalam bersosial media. (eks)