Evercoss Sebut Kelemahan Vendor 'Oranye dari China'

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 28/02/2018 08:57 WIB
Evercoss Sebut Kelemahan Vendor 'Oranye dari China' Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Evercoss sebagai salah satu vendor ponsel dalam negeri mengaku tak gentar dengan kehadiran vendor-vendor asing yang menggempur pangsa pasar ponsel pintar Indonesia. Suryadi Wilim, Marcomm Manager Indopasifik Group Evercoss bahkan mempertanyakan kelokalan salah satu rival beratnya, 'Oranye dari China', dalam bersaing di nusantara.

Suryadi memang tak mau secara langsung menyebut merk rival-rivalnya. Namun, julukan itu besar kemungkinkan merujuk pada Xiaomi yang memang berasal dari China dan identik dengan warna oranye.

"Evercoss sendiri nggak khawatir ya dengan mereka, apalagi si orange tuh. Saya lihat kelemahan mereka di tanah air mereka dari segi relasi kurang dekat dengan pemerintah yah. Walaupun mereka mengklaim sebagai produk Indonesia tapi kan kita gak tahu seberapa Indonesia kah mereka," ujar Suryadi pada awak media usai peluncuran U50A Max di kawasan Sarinah, Selasa (27/2).
Sementara itu, Suryadi mengklaim bahwa perusahaannya sendiri sudah sangat lokal dengan mendidik anak-anak putra bangsa untuk merakit ponselnya. Evercoss mengaku telah menggandeng SMK untuk membuat anak-anak muda bisa mengetahui teknologi di smartphone.


"Evercoss produksi di Semarang dan fokus pengerjaan oleh putra putri Semarang. Jadi kita benar-benar lokal karena anak-anak lokal yang kita pakai. Kita lokal dan bergantung pada SDM lokal juga," ungkapnya.

Dengan sumber daya asli manusia Indonesia, Evercoss baru bisa memproduksi sekitar 100 ribuan unit setiap bulan. Angka ini masih jauh jika dibandingkan dengan merk lain yang bisa menghasilkan 1 juta ponsel tiap bulan.
"Kapasitas produksi nya 100 ribuan lebih perbulan. Angka tersebut terbilang kecil untuk permulaan, dan kita akan terus tingkatkan karena standar global kan 1 jutaan lebih produksinya perbulan," kata dia.

Di sisi lain Suryadi menilai Xiaomi sudah cukup membuat repot dua saingannya dari Tiongkok sendiri. Vivo dan Oppo yang lagi-lagi tidak disebutkan secara eksplisit dikatakan Suryadi sedang fokus berperang karena pasarnya di India telah direnggut Xiaomi.

"Si hijau dan si biru dari Tiongkok belom terlalu banyak bermain [di Indonesia karena] mereka saat ini sedang fokus berperang dengan si oranye dari Tiongkok karena di pasar India hijau dan biru keganggu banget sama si oranye tuh," klaimnya. (age/age)