Livina SV, Sinyal 'Kematian' Nissan Grand Livina

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 15:50 WIB
Livina SV, Sinyal 'Kematian' Nissan Grand Livina Nissan Grand Livina Special Version. (Foto: Dok. Nissan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan Motor Indonesia (NMI) meluncurkan Grand Livina Special Version di Serpong, Tangerang pada akhir pekan lalu. Model baru Grand Livina dijual mulai Rp220 juta on-the-road Jabodetabek.

Menggunakan embel-embel 'Special Version' di belakang nama Livina membuatnya tampil berbeda dengan bodi kit samping dan belakang dengan hiasan baja antikarat serta rear roof spoiler. NMI juga menambah daytime running light (DRL) di bumper depan.

Wakil Presiden Marketing dan Sales NMI Davy J Tuilan mengatakan kehadirannya untuk mengulur waktu sampai buah kolaborasi low MPV Nissan hasil kerjasama dengan Mitsubishi muncul ke permukaan.


"Ya sambil nunggu yang produk itu (MPV Nissan baru) makanya kami harus bikin sesuatu," kata Davy kepada CNNIndonesia.com melalui telepon di Jakarta, Senin (12/3).
Ia mengungkapkan sembari menunggu produk baru Nissan di kelas low MPV, pihak NMI harus membuat gebrakan, salah satunya dengan menyegarkan produk yang ada. Langkah itu pun diharapkan dapat memberi motivasi kepada dealer-dealer Nissan.

"Untuk konsumen Nissan yang loyal ini kami ingin memberikan sesuatu yang baru (dengan Livina SV)," ucapnya.

Terkait kapan peluncuran produk yang dimaksud, Davy masih mengunci rapat informasinya. Ia hanya memastikan bahwa mobil yang disebut-sebut akan menjadi 'adik' dari Mitsubishi Xpander yang dirakit secara lokal.

Tak ada Nissan Livina generasi kedua

Kemunculan versi Livina SV sebagai penanda bahwa NMI tidak lama lagi bakal 'menyuntik mati' produk Grand Livina. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, mobil keluarga Livina sangat populer.

NMI sempat menempati market share nasional hampir di kisaran 6-7 persen dengan melahirkan Livina. Namun dari tahun ke tahun penjualannya terus tergerus merek lain di segmennya dan masuk usia 1 dekade Livina dikabarkan akan diganti dengan model baru yang lebih menjual.

Saat dikonfirmasi, Davy sedikit memberikan gambaran terkait dua produk Nissan dalam satu segmen.

"Cuma ya secara logika kami tidak mungkin punya dua produk dalam suatu segmen yang sama," jelas Davy.
Dalam data penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Grand Livina sepanjang 2017 tercatat tren negatif.

Sepanjang 12 bulan tahun lalu, penjualan mobil tersebut hanya berjumlah 6.204 unit. Sementara pada Januari 2018, angkanya berjumlah 320 unit, atau lebih kecil dibandingkan Januari 2017 sebanyak 631 unit.

"Memang sih tidak sebesar kompetitor yang lain, tapi dengan terjual segitu sudah membuat motivasi," tegas Davy.
Sementara itu Davy menambahkan, bahwa pihaknya tidak muluk-muluk ingin menambah jumlah penjualan terhadap Livina pasca dikeluarkannya varian spesial dari mobil itu.

Bagi dia, mobil itu akan membuka persiapan Nissan Indonesia menghadirkan sesuatu yang baru. "Kami tidak ada target (untuk Livina SV). Ya kami tetap jalan aja, dan yang penting kami persiapan something new," tutup Davy. (mik)