Idenya adalah untuk memetakan kepribadian berdasarkan apa yang orang suka di Facebook, dan kemudian menggunakan informasi tersebut. untuk menargetkan audiens dengan iklan digital.
The New York Times menuliskan periset dari CA pada 2014 meminta pengguna untuk melakukan survei kepribadian. Tak hanya itu, pengguna pun diminta untuk mendownload aplikasi yang menghapus beberapa informasi pribadi dari profil mereka dan profil teman mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat tersebut menolak untuk bekerja sama dengan CA. Sayangnya, ada salah satu profesor yang bersedia.
Ahli Data Christopher Wylie mengungkapkan Kogan memberikan lebih dari 50 juta profil mentah ke Cambridge Analytica.
"Hanya sekitar 270.000 pengguna. (mereka yang berpartisipasi dalam survei) telah menyetujui untuk mendapatkan data mereka yang dipanen, meskipun mereka semua diberitahu bahwa itu digunakan untuk penggunaan akademis," ujarnya kepada The New York Times.
Sementara dari Facebook mengatakan tidak ada kata sandi atau "potongan informasi sensitif" telah diambil, meskipun informasi tentang lokasi pengguna tersedia untuk Cambridge.