IDC Ramal 13 Fintech Bersinar di 2018

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 18:34 WIB
IDC Ramal 13 Fintech Bersinar di 2018 IDC memprediksi ada 13 layanan fintech yang kian besar di 2018. (dok. CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga riset International Data Corporations (IDC) Indonesia meramal daftar fintech (financial technology) yang akan besar lebih cepat di tahun ini. Gopay, TCash, dan Investree berada dalam daftar tersebut.

IDC menggolongkan daftar fintech tersukses itu ke dalam 6 kategori mulai dari pembayaran hingga company solutions. Sebanyak 13 perusahaan fintech ada di dalamnya. Berikut adalah daftar lengkapnya.

Pembayaran:
- Gopay
- Midtrans
- Xendit
- Doku
- TCash


Peminjaman:
- Modalku
- Akseleran
- Investree
- UangTeman

Marketplace:
- AturDuit

Wealth Management:
- Finansialku.com

Company Solutions:
- Jojonomic

Accounting cloud-based software provider:
- Jurnal

Komposisi daftar ini tak berbeda jauh dari yang IDC paparkan mengenai fintech yang tumbuh paling pesat pada Oktober 2017. Kategori pembayaran dan peminjaman masih mendominasi pasar. Nama-nama besar seperti Modalku, Investree, Gopay, UangTeman, dan TCash, masih bercokol di dalamnya.

Ada lima kriteria yang dipakai oleh IDC untuk menjaring nama-nama tersebut, di antaranya adalah kegunaan, jangkauan akses, pelanggan potensial, model bisnis, dan valuasi.

Potensi Konsolidasi

Handojo Triyanto, manajer peneliti senior IDC Indonesia, menyebut akan ada tren kolaborasi di lanskap fintech. Hal itu sudah dilakukan oleh Gojek yang mengakuisisi Midtrans dan Kartuku guna memperkuat Gopay.

Namun kolaborasi tak terbatas antara sesama fintech saja. Meleburnya antara institusi tradisional seperti bank dengan fintech pun sangat mungkin terjadi.

"Ada beberapa bank di Indonesia yang telah melakukan tindakan kolaborasi baik dalam aspek operasi atau dalam dana investasi," kata Handojo, Kamis (29/3).

Sebelum konsolidasi, menurut Handojo, masing-masing fintech harus adu cepat mendominasi pasar. Semakin dominan di pasar, semakin besar kemungkinan ia bisa mendikte arah kolaborasinya.

Kendati demikian, Handojo berkata masih ada ruang perbaikan kinerja dari setiap fintech yang masuk ke dalam daftar tersebut. Untuk Gopay misalnya, meski sudah dominan di pasar jika dilihat dari aspek kemudahan penggunaan tapi dinilai belum mencapai titik paling maksimal.

"Misal enggak pakai buka aplikasi dulu, tapi dia langsung pakai suara," imbuhnya.

IDC menekankan daftar ini ditujukan sebagai informasi bagi fintech agar industri dapat saling berinvestasi dan bekerja sama dari perspektif investor penggunaan teknologi. (evn)