Dalam sambutannya membuka peluncuran podcast 'Sains Sekitar Kita' pada Senin (2/4), di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Satryo mengatakan bahwa hal itu perlu segera diatasi. Sebab, pola pikir tersebut akan berpengaruh pada pembuatan kebijakan terutama oleh pemerintah.
"Mengapa pemimpin kita sering membuat kebijakan yang salah? Ya mohon maaf, itu karena pemimpin kita baik pejabat di daerah maupun pusat selalu membuat kebijakan tanpa berdasarkan sains," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti sosial sekaligus Wakil Presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia Roby Muhammad pun sepakat dengan Satryo. Dia menambahkan bahwa permasalahan di dunia ini semakin ilmiah sehingga pola berpikir ilmiah mau tak mau harus segera digunakan.
"Ini masalah komunikasi publik dan bukan hanya di Indonesia saja, di Amerika juga. Punya mindset scientific itu susah dan butuh latihan lama karena ini bukan cara pikir natural," kata dia.
Dia berharap akan lebih banyak terjadi ruang-ruang percakapan antara masyarakat, ilmuwan dan jurnalis sebagai jembatan keduanya.
Penyampaian materi sains pun diharapkannya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga timbul "konteks" pentingnya masyarakat mengetahui informasi tersebut.
Pemerintah sendiri hingga saat ini seringkali membuat kebijakan atau ujaran yang tidak sesuai dengan hasil penelitian. Salah satunya adalah sambutan Anies Baswedan saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10/2017) silam.
Kala itu, Anies berjanji akan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jakarta. "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies Baswedan.