Asus Klaim Mampu TKDN 100 Persen

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 14:56 WIB
Asus Klaim Mampu TKDN 100 Persen Ilustrasi ponsel Asus (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asus saat ini tengah bersiap meluncurkan Asus Zenfone Max terbarunya. Produk ini merupakan salah satu lini yang menggunakan tipe produksi complete knocked down (CKD) di pabrik di Indonesia.

CKD sendiri adalah jenis produksi yang melakukan perakitan mulai dari komponen-komponen terkecil, seperti chipset, papan PCB, dan sebagainya. Komponen ini mesti dirakit terlebih dulu ke motherboard sebelum menjadi blok mesin smartphone yang siap pakai.

Jenis produksi lainnya adalah semi knock down (SKD). Perakitan SKD ini dilakukan dengan mengimpor komponen yang sudah dirakit sebagian di negeri asalnya. Misal berupa blok mesin smartphone siap pakai yang tinggal dirakit ke bodi ponsel.


Jika dilihat dari harga produksi, perakitan CKD sebenarnya lebih mahal, lebih lama, dan lebih rumit dari SKD. Asus menyebut investasi per lane bisa mencapai US$4 juta. Namun, pihak pabrik PT Sat Nusapersada dan Asus tidak menyebutkan berapa biaya investasi untuk perakitan SKD. 

Namun, investasi untuk CKD sangat besar dan dari sisi harga akan membuat harga ponsel untuk konsumen lebih tinggi dibanding ponsel lain dengan spesifikasi yang sama.

"Untuk awal mungkin dari sisi harga mungkin nggak bisa bersaing tapi kalau nanti kapasitasnya udah gede jadi lebih murah. [Produksi] lebih cepet yang semi [knocked down]," kata Muhammad Firman, Head of PR, ASUS Indonesia, saat berbincang dengan awak media, Senin (16/4).

Proses lama

Tak hanya itu, prosesnya juga lebih rumit. Jika dibanding semi knocked down (SKD) yang hanya merakit komponen dalam 12-13 proses. Sementara CKD harus melewati sekitar 50-60 proses untuk membuat satu ponsel saja.

Unit yang dihasilkan per tiga lane dari pabrikan ini sebesar 500-600 ribu unit per bulan.

"Sekarang kita punya lima lane. Tiga untuk mainboard dan dua untuk subboard. Ketiganya itu bisa menghasilkan 500-600 ribu unit per bulan tetapi tergantung permintaan pasar. Kalau besar ya bisa tambah investasi," ujar Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Abidin Hasibuan saat ditanyai CNNIndonesia.com di kesempatan yang sama.


Siap TKDN 

Meski lebih mahal dan rumit, namun alasan Asus untuk memilih tipe produksi ini lantaran perusahaan itu ingin tetap bisa memenuhi persyaratan yang TKDN yang ditetapkan pemerintah. 

"Kalau pemerintah tiba-tiba naikin TKDN kita bisa gampang ikutin, bahkan kalau 100 persen pun kita siap," tambahnya.

Firman menambahkan langkah berani Asus melakukan CKD dengan PT Sat Nusapersada Tbk lantaran pihaknya yakin pabrikan itu sudah memiliki pengalaman di bidang manufaktur.

Setiap produk 4G Asus dengan demikian akan dominan mengambil skema hardware untuk memenuhi aturan TKDN yang diwajibkan oleh Kemenperin itu. Zenfone Max terbaru akan mengandung TKDN sebesar 31 persen.

(eks/eks)


BACA JUGA