Asus akan Rilis Ponsel Saingi Xiaomi Redmi Note 5

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 18:27 WIB
Asus akan Rilis Ponsel Saingi Xiaomi Redmi Note 5 Asus akan meluncurkan Zenfone seri Max yang akan menyaingi Xiaomi Redmi 5 (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- setImmediate$0.22940771558116113$3Asus mengumumkan ponsel yang akan saingi Redmi Note 5. Ponsel seri Max Asus ini sama-sama menggunakan prosesor Snapdragon 636 serupa dengan Xiaomi Redmi Note 5. Meski demikian, Asus tak menyebutkan persis seri yang akan menggunakan chipset ini.

"Ponsel ini masuk ke dalam seri Max kami," jelas Galip Fu, Country Marketing Manager Asus Indonesia, Kamis (12/4).

Dominikus Susanto, Senior Manager, Marketing Qualcomm Indonesia mengatakan Snapdragon 636 mewarisi beberapa fungsi dari Snapdragon seri 800.

Xiaomi sendiri rencananya akan meluncurkan Redmi Note 5 Rabu (18/4). Sementara Asus seri Max ini akan meluncur tak lama berselang, Selasa (23/4). Seri Max adalah ponsel-ponsel besutan Asus yang menggunakan baterai berkapasitas besar.


setImmediate$0.22940771558116113$4 seri tinggi

Jika dilihat dari jajaran chiset Qualcomm, Snapdragon 636 masuk dalam chipset seri high. Qualcomm sendiri membagi seri prosesornya dalam empat kategori. Snapdragon 200 untuk chipset seri rendah, 400 kelas menengah, 600 kelas berperfoma tinggi, dan seri 800 untuk kelas premium.

Dominikus menjelaskan bahwa perbedaan seri ini dibedakan berdasarkan performa yang diberikan tiap chipset. Makin tinggi angkanya, maka akan makin tinggi performanya. Di atas seri 636 sendiri masih ada seri 660 dan 670.

Seri 800 sebagai chipset kelas premium, memiliki teknologi paling mutakhir. Beberapa perangkat keras yang diwariskan dari seri 800 ke seri 636 ini di antaranya CPU Kryo, cip modem, cip kamera, dan kemampuan AI (Artificial intelligence).

Sebagai ponsel kelas tinggi, kemampuan AI yang diusung chipset 636 ini tentu tak bisa disamakan dengan chipset seri 800.
Dominikus menyebut untuk seri 800, Qualcomm melabeli sebagai 'AI engine'. Untuk mendapat sebutan ini, sebuah chipset harus memenuhi standar performa tertentu. Namun, bukan berarti perangkat ini kehilangan kemampuan "belajar"-nya.

Misal, ponsel bisa mengatur cara pengisian baterai sesuai kebiasaan pengguna. Baterai akan diisi lebih lambat pada malam hari ketika pengguna tidur, misalnya. Sementara di siang hari, ponsel akan mengaktifkan pengisian daya cepat. Pengisian daya yang lebih lambat diperlukan untuk menjaga "kesehatan" baterai.

Untuk layar, ponsel juga bisa menyesuaikan pada situasi cahaya terang. Warna-warna yang ditingkatkan kecerahannya hanya warna cerah saja, tidak dengan warna gelap. Efeknya, warna yang tampil di layar lebih optimal tapi lebih hemat baterai.

Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, Snapdragon 630, performa chipset ini diklaim 40 persen lebih baik.
 



(eks/eks)