Mulai dari toko ritel, kantor, pusat data, hingga fasilitas colocation di 43 negara. Baik yang berada di Amerika Serikat, Inggris, India, dan China.
Di Singapura misalnya, Apple memasang panel surya di 800 bangunan untuk memproduksi energi terbarukan itu. Hal yang sama dilakukan di Jepang, 300 atap digunakan untuk menghasilkan 18.000 megawat per jam.
Lihat juga:Instagram Stories Kini Punya Efek 'Bokeh' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkomitmen meninggalkan dunia yang lebih baik dari ketika kami menemukannya," jelas CEO Apple, Tim Cook, seperti tertulis dalam blog Apple, pekan lalu (9/4).
Jika semua proyek ini selesai, maka akan menghasilkan 1,4 gigawat energi bersih yang kabarnya akan disalurkan ke 11 negara.
"Ini adalah kabar yang baik karena cukup jelas mereka bermain dengan reputasi," jelasnya, seperti dikutip Gizmodo.
Sebab menurutnya iPhone mungkin dirancang di California, tapi perakitannya dilakukan di negara lain. Proses penambangan inilah yang ia sebut bisa saja menggunakan cara-cara yang kotor.
Tak cuma Apple yang punya inisiatif energi terbarukan ini. Google pun telah mengumumkan inisiatif serupa sebelumnya.