Terkenal Tahan Menyelam, Ada yang Beda di Tubuh Suku Bajau

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 23:22 WIB
Terkenal Tahan Menyelam, Ada yang Beda di Tubuh Suku Bajau Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti menemukan ternyata tubuh manusia bisa beradaptasi di dasar laut. Penduduk suku Bajau menjadi bukti dari penelitian tersebut. Suku Bajau tinggal di Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan dan sebagian daerah Filipina. 

Penduduk suku ini bisa menyelam hingga kedalaman 70 meter tanpa alat bantu pernapasan apa pun. Mereka hanya berbekal sebuah topeng kayu.

Dengan peralatan sederhana ini, mereka bisa menyelam selama 13 menit. Selain itu, mereka menghabiskan 60 persen waktu mereka dalam sehari dengan menyelam.


Penyelaman dilakukan untuk mencari ikan, menjaring gurita, dan menangkap kepiting. Tak jarang dalam perburuan ini mereka juga mesti bersaing dengan anjing laut.

Tertarik dengan kebiasaan mereka ini, calon doktoral di Universitas Copenhagen, Melissa Iladro lantas melakukan penelitian. Peneliti asal Amerika Serikat ini ternyata menemukan bahwa warga suku Bajau ini ternyata secara genetis telah beradaptasi. Hal ini yang menyebabkan mereka bisa menyelam lebih lama dari kebanyakan manusia pada umumnya.

Peneliti ini menghabiskan beberapa bulan meneliti suku ini di Jaya Bakti, Teluk Tomini, Sulawesi Tengah.

Dari hasil penelitiannya, perempuan ini menemukan bahwa limpa orang Bajau 50 persen lebih besar dari suku Saluan. Suku Saluan adalah suku lain yang tinggal di Sulawesi Tengah.

Limpa memiliki peran penting saat menyelam, sebab tubuh mesti melepaskan lebih banyak oksigen dalam darah ketika tubuh sedang mengalami tekanan air atau ketika seseorang sedang menahan napas di bawah air.

Limpa atau hati orang Bajau jauh lebih besar baik mereka yang sering menyelam maupun yang tidak. Analisa terhadap DNA orang Bajau menemukan gen khusus yang disebut PDE10A.

"PDE10A dikenal untuk mengatur hormon tiroid yang mengontrol ukuran limpa...yang diperlukan untuk mempertahankan penyelaman panjang dan sering mereka," kata studi tersebut, seperti dikutip AFP.

"Orang Bajau dan para Pengembara Laut lainnya sangat luar biasa dan saya ingin dapat membuktikan hal itu kepada dunia," kata Ilardo yang kini adalah seorang sarjana pascasarjana di Institut Kesehatan Nasional AS di departemen Kedokteran Molekuler di Universitas Utah. (AFP/eks)


BACA JUGA