"Ketahanan baterai dan berat dari notebook itu jadi kriteria ketika orang akan membeli sebuah notebook," jelas Stallone Hangewa, analis pasar IDC untuk PC melalui surel kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/4).
Berdasarkan preferensi konsumen tersebut, Stallone menyebut bahwa notebook yang memiliki ketahanan baterai yang mumpuni dan bobot yang ringan punya potensi tumbuh di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lenovo Boyong Jajaran ThinkPad Lintas Segmen |
Pernyataan tersebut menurut Stallone berdasarkan hasil survei pasar yang tertuang dalam Consumer Report IDC.
Sementara itu di segemen pasar konsumen, meningkatnya permintaan akan laptop gaming di dunia ikut mendongkrak penjualan PC. Peningkatan permintaan laptop gaming dan premium ini berhasil meredam turunnya pasar PC pada kuartal pertama tahun ini.
Secara keseluruhan, total pengapalan PC di kuartal ini mencapai 13, 5 juta unit. Di kawasan Asia Pasifik kecuali Jepang, hanya Indonesia dan India yang menunjukkan hasil penjualan yang lebih baik dari perkiraan.
Meski pengapalan laptop didongkrak oleh laptop premium dan gaming, namun sumbangsih laptop convertible yang bisa dilipat dengan berbagai bentuk dan ultraslim notebook masih sedikit.
"Total shipment notebook yang masuk ke Indonesia untuk semua segmen mayoraitas masih dengan traditional Notebook, dengan kisaran 85 - 89% setiap quarter-nya," jelasnya lagi.
Sementara untuk desktop sebagian besar pengapalan masih didominasi oleh desktop tradisional yang punya tower terpisah dari monitor ketimbang All-In-One (desktop dengan layar dan motherboard dalam satu perangkat). Pengapalan desktop tradisional ada di angka 62 - 72 persen di tiap kuartal dan sisanya pengapalan untuk All-In-One.
(eks)