Rudiantara Imbau Masyarakat Tak Beri 'Oksigen' Bagi Teroris
Kustin Ayuwuragil | CNN Indonesia
Senin, 14 Mei 2018 16:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak menyebarkan konten negatif berisi aksi terorisme termasuk yang terkait ledakan bom Surabaya.
Rudiantara berhadap penyebar konten teror tetap memperhatikan dampak penyebaran konten berupa gambar, video, dan teks lantaran bisa memicu ketakutan di masyarakat.
"[Mohon] memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi terorisme, yaitu membuat ketakutan di masyarakat," imbuhnya dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut, Rudi juga menegaskan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan intelijen untuk menangani aksi terorisme. Pihaknya mengaku optimis Polri mampu mengatasi permasalahan ini.
Sikap optimisme tersebut diharapkan tak lantas membuat masyarakat ketakutan. Sebaliknya, ia meminta masyarakat melaporkan konten sensitif yang ditemui di media apapun.
"Kalau perlu kita sama sama komplain ke penyelenggaranya. Kita file complaint kepada platform, apakah itu Facebook, Twitter, IG, YouTube dan sebagainya. Kita minta kontennya kita turunkan, untuk Indonesia yang lebih baik. Itulah kebangkitan bangsa Indonesia," tandasnya.
Aksi bom bunuh diri yang dilakukan di tiga titik dalam waktu nyaris bersamaan di Surabaya, kemarin (13/5) menyisakan duka mendalam. Rentetan teror juga terjadi di Sidoarjo di hari yang sama dan kantor Mapolresta Surabaya pada Senin (14/5) pagi.
(evn)
Rudiantara berhadap penyebar konten teror tetap memperhatikan dampak penyebaran konten berupa gambar, video, dan teks lantaran bisa memicu ketakutan di masyarakat.
"[Mohon] memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi terorisme, yaitu membuat ketakutan di masyarakat," imbuhnya dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap optimisme tersebut diharapkan tak lantas membuat masyarakat ketakutan. Sebaliknya, ia meminta masyarakat melaporkan konten sensitif yang ditemui di media apapun.
Aksi bom bunuh diri yang dilakukan di tiga titik dalam waktu nyaris bersamaan di Surabaya, kemarin (13/5) menyisakan duka mendalam. Rentetan teror juga terjadi di Sidoarjo di hari yang sama dan kantor Mapolresta Surabaya pada Senin (14/5) pagi.