Bodi 'Kaleng' Avanza Bukan Alasan untuk Teror Bom Mobil

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 12:52 WIB
Bodi 'Kaleng' Avanza Bukan Alasan untuk Teror Bom Mobil Avanza yang digunakan pelaku teror di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Avanza dijadikan kendaraan operasional para teroris di Indonesia. Bahkan pelaku diduga akan menggunakan bom mobil untuk melancarnya aksinya di dua tempat berbeda, yaitu Surabaya dan Riau.

Sebab, dari tempat kejadian ditemukan bahan peledak di dalam mobil yang siap diledakkan.

Pertanyaan pun muncul apa alasan para pelaku yang kerap menggunakan Avanza sebagai bom mobil untuk melemahkan target sasarannya. Apakah ini karena bodi Avanza yang dinilai tak kuat menahan daya ledakan sehingga terjadi kerusakan berat setelah ledakan.
Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memberikan komentar. Ia menjelaskan ketebalan bodi Avanza tak bisa dijadikan alasan pelaku menjalankan aksinya.


Menurut Jusri, mudahnya mendapatkan kendaraan minibus seperti Avanza diduga kuat dipakai pelaku bom bunuh diri.

"Kalau saya melihat secara keseluruan mobil penumpang semua kondisi ketebalan bodi mungkin hampir sama. Dan mungkin tidak menjadi penentu dalam pola pikir teroris. Bukan karena kualitas ketebalan bodi," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/5).
"Ketebalan bodi mobil saat ini hampir sama, ini lebih kepada soal fleksibilitas," ucap Jusri kemudian.

Bodi MPV Avanza dan Xenia memang didesain lebih tipis ketimbang mobil lainnya yang umumnya memakai plat 0,9 mm sampai 2,5 mm, namun rata-rata penggunaan ketebalan pelat bodi mencapai 1,1 mm.

Kondisi itu disebabkan karena bodi si duo kembar Avanza dan Xenia didesain dengan konsep crumple zone, atau bagian bodi yang hancur untuk melindungi pejalan kaki apabila terjadi tumbukan.

Catatan redaksi: Redaksi CNNIndonesia.com melakukan perbaikan artikel ini pada Sabtu (19/5) pukul 14:55 WIB. Demikian ralat dilakukan. (mik)