Permintaan Ponsel Akan Meningkat Pasca Lebaran

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 17:32 WIB
Permintaan Ponsel Akan Meningkat Pasca Lebaran Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki Ramadan 1439 Hijriah, permintaan masih relatif normal. Hal itu diungkap beberapa penjual ponsel di Ambassador dan ITC Kuningan pada Kamis (17/5).

Berdasarkan penelurusan, sejumlah pedagang ponsel yang berbincang dengan CNNIndonesia.com secara terpisah mengatakan bahwa penjualan biasanya baru akan menunjukkan kenaikan pasca Lebaran.

Menurut mereka hal itu disebabkan oleh penerimaan tunjangan hari raya yang umumnya terjadi saat Lebaran dari sanak saudara bukan tempat bekerja.


"Sekarang belum ada kenaikan pembeli biasanya ada setelah Lebaran karena orang banyak dapet THR," ungkap Diah Pitaloka dari Vikensha Cell.
Masih normalnya permintaan ponsel membuat harga ponsel juga cenderung stabil, terutama merek ponsel-ponsel yang tidak memiliki harga nasional seperti Apple, Advan, Xiaomi. Harga ponsel-ponsel ini biasanya mengalami kenaikan atau penurunan ketika stok tidak seimbang dengan peminatnya.

"Kalau Oppo Vivo nggak akan ada kenaikan dan penurunan harga karena mereka punya harga brosur. Artinya, harga pabrik ini tidak bisa kita naik turunkan sendiri berbeda dengan Apple, Xiaomi dan Advan yang nggak punya harga nasional," lanjut dia.

Soal kenaikan, Diah tak bisa memprediksinya karena selalu berbeda setiap tahunnya. Hal itu menurutnya kembali pada seberapa besar permintaan pasar.
Begitu pula halnya yang terjadi pada penjualan ponsel bekas yang dijual di ITC Kuningan. Menurut beberapa penjual, permintaan ponsel bekas masih belum terpengaruh dengan dinamika Ramadan-Lebaran.

Stok dan barang masih sama-sama normal seperti hari biasa. Namun jika nantinya terjadi lonjakan permintaan, tak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan harga.

"Biasanya kalau mendekati Lebaran harga akan naik karena banyak orang yang nyari. Orang ingin ganti handphone. Tapi naiknya nggak sampai jutaan kok paling seratus dua ratus ribuan," jelas Sari dari Yotafone.

Sementara itu, kepala toko Dunia Komputer yang berlokasi di Mall Ambassador menceritakan bahwa penjualannya sudah terkena imbas Ramadan. Menurutnya, penjualan di toko elektroniknya sudah sempat ramai sebelum memasuki awal puasa.
"Sebelum puasa paling ramai karena orang nggak terlalu banyak punya kebutuhan sedangkan pas puasa sepi karena orang punya banyak kebutuhan membeli makanan dan persiapan Lebaran. Kalau mau puasa itu biasanya turun drastis," terang Saiful itu.

Pria yang kerap disapa Kang Epul itu juga menjelaskan bahwa dagangannya akan kembali laku saat Lebaran usai ketika anak-anak kembali ke sekolah. Tak pandang bulu, produk yang dijualnya mulai dari komputer, speaker atau printer kembali menuju puncak angka penjualan.

Sayangnya, Epul enggan mengungkap berapa angka kenaikan dan penurunan penjualan dari tokonya. Dia hanya memastikan bahwa distributor seperti dirinya memastikan stok siap untuk peningkatan permintaan nanti. (age/age)