Semmy, panggilan akrab Semuel mengatakan lebih dari separuh konten yang ditangani berasal dari laporan masyarakat.
"Kita tetap menerima laporan dari masyrakat dan sudah menyisir ada 9500. [Sebanyak] 5.000 adalah laporan masyarakat," terangnya saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (22/5).
Lihat juga:Hoaks Kian Subur Jelang Pemilu |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memerlukan kerjasama lintas sektor, Semmy mengakui jika penyebaran terorisme tak semudah itu dihentikan. Ia masih menaruh harapan besar pada partisipasi masyarakat untuk melaporkan konten negatif yang menyebar di internet.
Lihat juga:Tiga Hoaks Favorit di Internet |
Kominfo disebut juga membuka wacana untuk menggandeng Bigo dan menggunakan kecerdasan buatan mereka untuk mendeteksi konten terorisme.
Head of Marketing Bigo Live Aswin Antonie menerangkan bahwa pihaknya memiliki kecerdasan buatan (AI) yang mampu menganalisis konten grafis negatif dalam 60 detik. Rencananya, Kominfo ingin menjajal algoritma AI Bigo untuk menanggulangi penyebaran konten pornografi, terorisme, dan konten negatif lainnya. (evn)