Kendati demikian, Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) Anang Latif menyebut masih banyak operator yang tidak tahu dengan Palapa Ring.
"Masa awal ini operator masih melihatnya ini barang apa sih. Mereka sedikit surprise karena barang dari pemerintah yang buat. Kita ada uji coba komersial, kami beri kesempatan operator untuk uji coba," kata Anang Latif disela diskusi media LTE Conference di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga belum ditetapkan
Berdasarkan harga acuan tarif, ia menyebut pihaknya akan memberikan potongan harga sebesar 50 persen. "Tidak mungkin operator berlomba-lomba membuka jaringan, tapi potensi ekonominya rendah. Pasti ada potensi ekonomi yang tinggi," ucapnya.
Anang menekan meskipun tak ada diskon, operator tetap bisa meraup keuntungan dari Palapa Ring lantaran tak perlu lagi membangun infrastruktur tulang punggung (backbone) jaringan telekomunikasi.
Hanya saja, menurutnya BAKTI masih belum menentukan tarif penggunaan Palapa Ring Barat bagi operator. Alasannya, penetapan tarif harus melalui persetujuan Kementerian Keuangan.
"Sebagai Badan Layanan Umum harus mendapat persetujuan Menteri Keuangan agar pas juga dengan operator. Semoga sebulan lagi keluar tarifnya mungkin bisa lebih cepat," katanya.
Operator banyak manfaatkan Palapa Ring
Senada, Direktur Utama PT Palapa Ring Barat Syarif Lumintarjo mengatakan pihak operator telekomunikasi akan mendapat keuntungan yang besar. Pasalnya mereka tidak perlu mengalokasikan dana untuk perluasan jaringan di satu area.
Syarif mengatakan phaknya bertugas membangun jalur infrastruktur jaringan, bukan berhubungan langsung dengan pengguna untuk menyediakan jaringan. Oleh karena itu, ia menyerahkan tugas tersebut kepada operator.
Lebih lanjut, Syarif mengatakan Palapa Ring Barat menyediakan kecepatan jaringan sebesar 100GB per detik. Syarif berharap pihak operator setidaknya dapat menyerap 80 persen kecepatan.
Baik Syarif maupun Anang meyakini bahwa pihak operator akan menggunakan Palapa Ring Barat yang telah resmi beroperasi sejak 2 Maret 2018 itu. Pasalnya berdasarkan kuesioner yang diberikan oleg BAKTI, banyak operator yang berminat.
Bahkan Telkomsel telah melakukan uji coba saat Menkominfo Rudiantara berkunjung untuk memantau uji coba Palapa Ring Barat. Anang menyebut XL, Indosat, dan Moratel telah menyatakan berminat menggunakan Palapa Ring Barat.
"Periode uji coba dimulai Juni 2018 hingga Agustus 2018. Operator berminat bisa mendaftarkan diri ke BAKTI," ucapnya. (evn)