Satelit Multifungsi Ditargetkan Mengorbit pada 2022

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 16:27 WIB
Satelit Multifungsi Ditargetkan Mengorbit pada 2022 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan akan mengorbitkan satelit multifungsi pada awal 2022. (Foto: AFP PHOTO / CNES / D.DUCROS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan akan mengorbitkan satelit multifungsi pada awal 2022. Proyek satelit ini merupakan kelanjutan dari pembangunan Palapa Ring yang ditargetkan rampung dan siap beroperasi seluruhnya pada 2019.

Satelit ini diharapkan dapat membuka wilayah yang belum terjangkau dengan jaringan kabel optik Palapa Ring, terutama di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) Anang Latif mengatakan banyak daerah terluar Indonesia khususnya di Kalimantan dan Papua yang sulit diakses.
"Ada 140 ribu titik tidak dapat dijangkau fiber optik. Itu karena medan yang sulit diakses, sehingga satu satunya solusi adalah satelit multifungsi," kata Anang di Jakarta, Kamis (24/5).


Anang mengatakan nantinya satelit ini akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan hingga 2017, masih ada sekitar 9 ribu desa yang belum memiliki jaringan telekomunikasi. Namun, pihaknya berusaha merampungkan jaringan tersebut pada 2019.

"Pemerintah menargetkan untuk membuat sinyal internet di sembilan ribu ini. 12 persen desa di Indonesia belum ada sinyal 2G. Mereka butuh dari 2G ke 4G untuk jaringan internet yang cepat," kata Anang.
Anang menilai, jaringan komunikasi ini cukup krusial mempengaruhi perekonomian dan pendidikan suatu daerah. Terlebih lagi internet yang menurut Anang dapat memajukan perekonomian dan pendidikan.

"Pernah di satu daerah terluar Indonesia. Saya bertanya siapa Presiden saat ini, mereka jawab Gus Dur. Ini kan memprihatinkan," kata Anang.

Anang menjelaskan kemungkinan jumlah wilayah 3T akan meningkat. Pasalnya, masih banyak desa atau kelurahan di luar 3T yang masih kesulitan mendapatkan jaringan komunikasi, misalnya saja desa di Pulau Jawa juga masih ada yang belum mendapatkan jaringan internet.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sempat mengungkapkan satelit multifungsi tersebut akan berteknologi kecepatan tinggi atau high troughput sattelitte (HTS). (age/age)