Penataan frekuensi ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas layanan telekomunikasi tiap operator. Sebelumnya, frekuensi yang disewa operator untuk beroperasi tidak seluruhnya bersebelahan.
Sehingga, 'jalan' yang dimiliki operator yang frekuensinya berjauhan itu tak selebar 'jalan' dari operator yang memiliki pita frekuensi bersebelahan. Dengan memiliki jalur yang lebih lebar, diharapkan akan berdampak pada kelancaran koneksi pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penataan frekuensi yang dilakukan pemerintah. Grafik paling atas menunjukkan peletakkan frekuensi sebelum pemerintah melelang frekuensi 2,1 GHz. Frekuensi itu dimenangkan oleh Tri dan Indosat (grafik tengah). Namun, agar penggunaan frekuensi lebih efektif, pemerintah melakukan penataan ulang (refarming) dengan memindahkan frekuensi Tri dan Indosat agar saling bersebelahan (grafik bawah). (dok. Kominfo) |
Proses penataan frekuensi sendiri dilakukan di 43 cluster di seluruh daerah Indonesia. Penataan juga dilakukan bertahap dalam 136 langkah (batch) (eks/btg)
Penataan frekuensi yang dilakukan pemerintah. Grafik paling atas menunjukkan peletakkan frekuensi sebelum pemerintah melelang frekuensi 2,1 GHz. Frekuensi itu dimenangkan oleh Tri dan Indosat (grafik tengah). Namun, agar penggunaan frekuensi lebih efektif, pemerintah melakukan penataan ulang (refarming) dengan memindahkan frekuensi Tri dan Indosat agar saling bersebelahan (grafik bawah). (dok. Kominfo)