Rudiantara Buka Suara soal Persaingan Gojek-Grab di Asia

JNP, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 14:40 WIB
Rudiantara Buka Suara soal Persaingan Gojek-Grab di Asia Rudiantara yakin Gojek bisa bersaing di negara-negara Asia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yakin Gojek mampu bersaing dengan Grab di negara-negara Asia tempatnya melakukan ekspansi. Gojek baru-baru ini resmi berekspansi ke empat negara Asia, termasuk Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina.

Penyedia layanan transportasi daring lainnya, Grab sudah terlebih dahulu melakukan ekspansi di empat negara tersebut. Grab bahkan sudah menancapkan taji di delapan negara di Asia Tenggara. Artinya, akan ada 'perang' bidang transportasi daring di sana.

Namun menurut Rudiantara, Gojek akan tetap mampu bersaing dengan segala inovasinya, seperti layanan Go-Food, Go-Massage, Go-Clean, dan inovasi lainnya yang akan muncul.


"Kelengkapan ekosistem produk akan menjadi pembeda strategis dalam berkompetisi. Setidaknya, Gojek sudah menunjukkan hal itu di Indonesia," kata Rudiantara saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (26/5).


Dengan layanan yang beragam itu, menurut Rudiantara, Gojek akan lebih berpotensi untuk bermitra dengan perusahaan lokal di keempat negara. Kemitraan itu pun bisa berdampak positif dalam perkembangan ekonomi Gojek di Asia Tenggara.

"Pendekatan Gojek untuk bermitra dengan perusahaan setempat diperkirakan akan mempercepat tingkat economic of scale Gojek dalam konteks regional Asean," ujar Rudiantara.

Rudiantara mengaku bangga dengan ekspansi Gojek yang notabene dibesut oleh anak bangsa. Ekspansi itu bisa menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya menjadi pasar ekonomi digital, melainkan juga sebagai pelaku ekonomi digital.

"Sebagai unicorn Indonesia yang produknya unik (ride hailing) Gojek pandai melihat pasar kota-kota besar di Asean yang mempunyai karakteristik seperti Jakarta," kata Rudiantara.


Ekspansi Gojek juga menurutnya akan mendorong korporasi start-up di Indonesia untuk melakukan hal yang sama di Asia Tenggara. Ekspansi itu sendiri akan dilakukan beberapa bulan ke depan.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini merogoh kocek US$500 juta (sekira Rp7,1 triliun) untuk rencana ekspansi bisnisnya. Untuk memuluskan rencana tersebut, Nadiem akan bekerja sama degan pemerintah dan perusahaan lokal di negara-negara setempat. (rsa)