Suzuki Indonesia Pertanyakan BBM Euro 4 yang Belum Merata

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 16:55 WIB
Suzuki Indonesia Pertanyakan BBM Euro 4 yang Belum Merata Suzuki Jimny. (Tennen-Gas via wikimedia commons (CC-BY-SA-3.0-migrated)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah September 2018, mobil bensin yang beredar di Indonesia harus memenuhi syarat emisi Euro 4 sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017.

Menanggapi regulasi pemerintah tersebut, Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan tak khawatir dengan kesiapan yang mereka miliki selama ini.

Menurut Kepala Service SIS Riecky Patrayudha, Suzuki bermesin Euro 4 bukanlah barang baru bagi SIS. Sebab sejak 2014, SIS sudah memproduksi produk standar Euro 4 untuk pasar ekspor.


"Sebenarnya kalau Euro 4 itu kami sudah lama. Produk ekpor kami itu sejak 2014 dan itu udah Euro 4 semua," kata Riecky di Jakarta, semalam.

Namun sebaliknya, Riecky mempertanyakan ketersediaan bahan bakar Euro 4 setelah September tahun ini. Ia pun menilai sampai kini belum mendapat kepastian bagaimana cara mendapat bahan bakar itu.
Selama ini bahan bakar Euro 4 baru tersedia untuk Pertamax Turbo, itu pun tidak tersebar di seluruh SPBU milik Pertamina di dalam negeri.

Riecky menjelaskan sebelum regulasi Euro 4 itu disahkan, pihaknya bahkan melakukan uji mobil Suzuki di Indonesia dengan bahan bakar Euro 4 yang didatangkan dari luar negeri.

Suzuki Ertiga mengantongi Euro 4

MPV Ertiga untuk pasar domestik dan ekspor dipastikan telah mengadopsi standar Euro 4. Masih ada beberapa model Suzuki lain yang belum mengantongi Euro 4, salah satunya pikap Carry.

Namun ke depan, Suzuki Carry dipastikan menerapkan Euro 4 dengan alasan masih banyak peminatnya di Indonesia.
"Ya kalau Euro 4, untuk all-new Ertiga sudah kompatibel," jelasnya.

Suzuki Ertiga generasi terbaru menggunakan mesin kode K15B empat slinder kapasitas 1.462cc untuk menggantikan mesin sebelumnya, yaitu mesin kode K14B kapasitas 1.373cc.

Untuk mesin baru menyajikan panjang bore 74,0 mm dan stroke 85,0 mm. Sedangkan mesin K14B memiliki ukuran bore lebih pendek, yaitu 73,0 mm dan 82,0 mm pada strokenya.

Selain lebih irit, mesin juga diklaim lebih bertenaga, yakni menyemburkan tenaga sebesar 104,7 ps (103,2 tenaga kuda) pada RPM 6.000 dengan torsinya 138 nm pada RPM 4.400. Sedangkan mesin sebelumnya cuma 92,4 ps (91,1 tenaga kuda) pada RPM 6.000 dengan torsi 130 nm pada RPM 4.400.
Harga mobil Euro 4 Suzuki tak naik

Ia pun memastikan jika seluruh produknya sudah berstandar Euro 4, harga jual kendaraan Suzuki dipastikan tidak akan naik. Kalaupun ada kenaikan harga dipastikan secara bertahap dan tak signifikan kenaikan harganya.

"Enggak ada kenaikan (harga). Standar-standar saja," tutup Riecky. (mik)