Menurutnya, meski Telegram tersedia di App Store, namun Telegram tak bisa melakukan pembaruan aplikasi. Tanpa pembaruan ini Telegram tak bisa berjalan dengan baik di sistem operasi iPhone terbaru. Selain itu, pembaruan itu juga dimaksudkan agar Telegram bisa sejalan dengan aturan data pribadi yang ditetapkan oleh Uni Eropa.
Sebelumnya, Rusia juga meminta agar Apple menyingkirkan Telegram dari toko aplikasi mereka, App Store. Pengguna Telegram di Rusia sendiri hanya berkisar tujuh persen dari keseluruhan pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Rusia Minta Apple Hapus Telegram |
Apple memang memiliki kendali terhadap tiap aplikasi yang ada di App Store. Mereka akan melakukan pemeriksaan, melakukan persetujuan atau tidak terhadap tiap pembaruan aplikasi tersebut. Jika suatu pembaruan tidak disetujui Apple, maka pembaruan itu tidak bisa didistribusikan kepada pengguna.
Meski demikian, di China Apple menyerah dengan aturan pemerintah setempat. Perusahaan itu akhirnya melarang aplikasi VPN di App Store dan menyingkirkan New York Times dari pasar digitalnya. (reuters)