Dalam sistem tata surya, orbit planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus berada jauh dari wilayah berhabitat yang dinikmati di Bumi. Sementara di sistem tata surya lain, planet-planet besar inilah yang mungkin menjadi kunci kehidupan. Mengingat planet-planet tersebut tidak terlalu panas ataupun dingin.
"Satelit berbatu diluar tata surya (exomoon) termasuk dalam daftar kami untuk mencari kehidupan di luar angkasa," jelas Stephen Kane, seorang profesor astrofisika planet di University of California, Riverside seperti dilaporkan Cnet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa spekulasi menyebut exomoon mungkin lebih potensial untuk ditinggali daripada Bumi. Sebab, satelit-satelit ini tidak bergantung hanya dari matahari untuk mendapat energi.
Tapi juga menerima energi dari planet yang menjadi orbit mereka. Energi tersebut berupa pantulan radiasi dan energi tidal. Energi tidal inilah yang menjaga lautan tersembunyi di Europa dan satelit Saturnus Encelandus agar tidak benar-benar membeku.
Tapi hingga saat ini peneliti belum benar-benar menemukan exomoon. Penelitian terbaru ini berhasil membuat data dasar mengenai planet raksasa yang telah diketahui berpotensi mendukung kehidupan.
"Studi ini bisa membantu perancangan teleskop masa depan sehingga kita bisa mendeteksi bulan-bulan ini, mempelajari propertinya, dan mencari tanda kehidupan," jelas Michelle Hill, mahasiswa universitas Southern Queensland yang menjadi penulis utama laporan tersebut.