Pertarungan Huawei-Samsung Buktikan Kekuatan Pengadilan China
Reuters | CNN Indonesia
Selasa, 12 Jun 2018 09:42 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertarungan paten smartphone antara Huawei Technologies dan Samsung Electronics menjadi perhatian global. Pasalnya, kasus sengketa ini memperlihatkan perkembangan China yang cepat dan efektif menghadapi sengketa kekayaan intelektual.
Pakar hukum mengatakan keunggulan pengadilan Amerika Serikat dalam hal kekayaan intelektual telah membantu mengembangkan budaya inovasi yang ingin ditiru China.
Dilansir dari Reuters, Pengacar di Beijing Erick Robinson mengungkapkan kasus ini diawasi dengan ketat karena telah membentuk bentrokan antara dua sistem peradilan. Hakim Amerika Serikat menginstruksikan Huawei untuk tidak menegakkan keputusan yang dimenangkannya terhadap Samsung di China.
"Ini belum pernah terjadi sebelumnya, setidaknya tidak pada skala ini," kata Robinson dalam wawancara baru-baru ini.
Huawei mengajukan tuntutan hukum baik di Amerika Serikat dan China pada tahun 2016, menuduh Samsung menggunakan teknologi komunikasi selulernya tanpa otorisasi dan secara tidak wajar menunda memasuki perjanjian lisensi.
Samsung membantah tuduhan itu dan menuduh Huawei mencari biaya lisensi yang "membengkak".
Pada Januari, Pengadilan Rakyat Intermediate di Shenzhen melampaui pengadilan federal di San Francisco, yang berkuasa untuk Huawei dan mengeluarkan perintah yang memblokir afiliasi Samsung China dari memproduksi dan menjual smartphone 4G LTE di China.
Jika perintah mulai berlaku, Samsung akan menghadapi tekanan besar untuk menetap karena memiliki pabrik besar di China dan telah menjual jutaan ponsel di sana.
Dilansir dari Reuters, hingga saat ini Huawei dan Samsung keduanya menolak berkomentar. (age)
Pakar hukum mengatakan keunggulan pengadilan Amerika Serikat dalam hal kekayaan intelektual telah membantu mengembangkan budaya inovasi yang ingin ditiru China.
Dilansir dari Reuters, Pengacar di Beijing Erick Robinson mengungkapkan kasus ini diawasi dengan ketat karena telah membentuk bentrokan antara dua sistem peradilan. Hakim Amerika Serikat menginstruksikan Huawei untuk tidak menegakkan keputusan yang dimenangkannya terhadap Samsung di China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung membantah tuduhan itu dan menuduh Huawei mencari biaya lisensi yang "membengkak".
Dilansir dari Reuters, hingga saat ini Huawei dan Samsung keduanya menolak berkomentar. (age)