Pokemon Go menjelma menjadi game yang populer dengan menggunakan teknologi AR. Teknologi ini membuat karakter digital digabungkan dengan dunia nyata. Gamer merasakan sensasi di mana mereka harus menyelusuri peta-peta berdasarkan peta asli untuk menangkap Pikachu.
Dilansir dari Reuters, pada Kamis (28/6) Niantic memperjelas harapan yang akan membuat perusahaan gaming lainnya menggunakan teknologi AR ini. Kendai demikian masih belum jelas kapan teknologi ini akan dijual. Strategi penjualan ini cukup penting karena Google dan Apple sebelumnya telah membangun alat untuk membangun aplikasi AR untuk menjaring perusahaan gaming, alat ini disebut ARCore dan ARkit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, John mengatakan Niantic sudah mengakuisisi perusahaan startup Matrix Mill untuk membuat teknologi ini dapat digunakan hanya dengan menggunakan ponsel kamera, tanpa memerlukan sensor khusus yang tidak dimiliki oleh kebanyakan ponsel.
Niantic merupakan salah satu dari puluhan perusahaan yang berlomba-lomba untuk menyediakan alat yang mampu merealisasikan aplikasi AR. Berdasarkan CB Insight yang melacak pendanaan venture capital, pada tahun lalu US$ 3,4 milyar dana venture capital dicipratkan dalam kesepakatan Augmented Reality dan Virtual Reality.
[Gambas:Youtube]
(age)